Nasional

Satgas Kemendagri Akhiri Tugas Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, Infoaceh.net — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin Apel Pemulangan Personel Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Aktivasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026).
Apel tersebut menandai berakhirnya masa tugas Satgas Kemendagri Gelombang I yang telah bertugas selama satu bulan, sejak 3 Januari hingga 3 Februari 2026, dalam membantu percepatan pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Satgas yang terdiri dari praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri ini berperan aktif dalam memulihkan fungsi perkantoran pemerintahan, penataan administrasi, serta memastikan pelayanan publik kembali berjalan secara bertahap dan optimal bagi masyarakat terdampak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, serta jajaran pejabat di lingkungan Kemendagri.
Wagub Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama Pemerintah Aceh kepada Menteri Dalam Negeri beserta jajaran dan Pemerintah Pusat atas perhatian, dukungan, serta respons cepat dalam membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana banjir.
Menurutnya, kehadiran Satgas Kemendagri memberikan dampak nyata, tidak hanya pada pemulihan fisik kompleks perkantoran pemerintahan, tetapi juga pada keberlangsungan roda pemerintahan serta pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana, dan hal ini telah kami rasakan langsung di Aceh Tamiang,” ujar Wagub.
Usai apel pemulangan, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh dan rombongan meninjau langsung hunian sementara (huntara) modular yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum bagi masyarakat terdampak banjir.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelayakan bangunan, kesiapan fasilitas pendukung, serta kenyamanan hunian bagi para penghuni.
Pemerintah Aceh berharap dukungan dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut, khususnya dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Aceh Tamiang ke depan.

Beri Komentar

Artikel Terkait