Ekonomi

152 Ribu Warga Aceh Menganggur, Lulusan Sarjana dan SMK Penyumbang Terbanyak

Banda Aceh, Infoaceh.net — Jumlah pengangguran di Provinsi Aceh pada November 2025 tercatat mencapai 152 ribu orang. Ironisnya, pengangguran terbuka di Aceh masih didominasi oleh lulusan perguruan tinggi dan sekolah kejuruan.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria SST MSi, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Aceh, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Agus menjelaskan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Aceh mencapai 2,717 juta orang atau meningkat sekitar 16 ribu orang dibanding Agustus 2025.

Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 65,13 persen atau turun 0,19 persen poin dibanding periode sebelumnya.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 2,565 juta orang telah bekerja, sementara 152 ribu orang masih menganggur.

Jika dibandingkan Agustus 2025, jumlah pengangguran mengalami penurunan sekitar 960 orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh pada November 2025 berada di angka 5,60 persen, turun tipis 0,04 persen poin dibanding Agustus 2025 yang sebesar 5,64 persen.

BPS mencatat, jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) di Aceh pada November 2025 mencapai 4,172 juta orang, naik 16 ribu orang dibanding Agustus 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,455 juta orang tergolong bukan angkatan kerja.

Berdasarkan sektor pekerjaan, peningkatan tenaga kerja terbesar terjadi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang naik 1,07 persen poin.

Sementara itu, sebanyak 928 ribu orang atau 36,20 persen pekerja berada di sektor formal, meningkat 0,11 persen poin dibanding Agustus 2025.

Namun demikian, persentase setengah pengangguran pada November 2025 meningkat 2,11 persen poin, dan pekerja paruh waktu naik 0,97 persen poin, yang menunjukkan masih tingginya kerentanan di pasar tenaga kerja Aceh.

Dari sisi pendidikan, penduduk bekerja masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 33,94 persen.

Sementara pekerja berpendidikan tinggi (Diploma hingga S3) mencapai 18,75 persen dan mengalami peningkatan dibanding Agustus 2025.

Meski demikian, tingkat pengangguran justru paling tinggi berasal dari kelompok berpendidikan tinggi.

Pada November 2025, pengangguran lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 mencapai 8,68 persen, tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya.

Pengangguran terbanyak selanjutnya berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 8,66 persen dan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) 6,92 persen.

Sebaliknya, tingkat pengangguran terendah terdapat pada lulusan SMP sebesar 3,15 persen dan lulusan SD ke bawah sebesar 2,59 persen.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki pada November 2025 tercatat sebesar 82,52 persen, jauh lebih tinggi dibanding perempuan yang hanya 47,80 persen.

Dibandingkan Agustus 2025, partisipasi angkatan kerja laki-laki meningkat, sementara perempuan mengalami penurunan.

Data ini menunjukkan tantangan ketenagakerjaan di Aceh tidak hanya terkait jumlah lapangan kerja, tetapi juga kesesuaian antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja.

Beri Komentar

Artikel Terkait