Aceh

Akun Facebook Palsu Catut Nama Gubernur Aceh, Tawarkan Bantuan di Medsos  

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Masyarakat Aceh diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya akun Facebook palsu yang mengatasnamakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem.

Akun tersebut diduga digunakan untuk menyebarkan informasi bohong terkait penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Akun dengan nama “Muzakir Manaf” itu diketahui mengunggah sejumlah informasi yang menawarkan bantuan rumah layak huni kepada warga dengan dalih pemenuhan persyaratan tertentu.
Persyaratan tersebut dikirim melalui pesan Facebook dan diduga merupakan modus penipuan untuk memperoleh data pribadi korban.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh, Akkar Arafat, menegaskan bahwa akun tersebut bukan akun resmi milik Gubernur Aceh maupun Pemerintah Aceh.
Ia memastikan informasi yang disebarkan akun tersebut adalah hoaks.
“Akun itu bukan akun resmi Gubernur Aceh. Pemerintah Aceh tidak pernah melakukan penyaluran bantuan maupun pemenuhan syarat bantuan melalui media sosial. Jika ada akun yang mengatasnamakan pimpinan pemerintah dan menawarkan bantuan, itu dipastikan hoaks,” ujar Akkar Arafat dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Ia meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran bantuan yang beredar di media sosial, terlebih jika disertai permintaan data pribadi atau persyaratan tertentu.
Menurutnya, seluruh program bantuan resmi pemerintah disalurkan melalui mekanisme dan jalur resmi, bukan melalui komunikasi pribadi di media sosial.
Akkar mengimbau masyarakat untuk mengabaikan dan tidak menanggapi pesan dari akun palsu tersebut maupun akun serupa yang mencatut nama pejabat pemerintah.
Jika menemukan akun mencurigakan, warga diminta segera melaporkannya dan tidak memberikan informasi pribadi dalam bentuk apa pun.
“Jika menemukan akun mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkan dan tidak memberikan data pribadi apa pun,” tegasnya.
Pemerintah Aceh berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan nama pejabat daerah.
Kewaspadaan publik dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban akibat maraknya kejahatan siber yang menyasar pengguna media sosial.

Beri Komentar

Artikel Terkait