Aceh

1.455 Desa Terdampak Bencana di Aceh Dapat Bantuan Sapi Meugang dari Presiden Prabowo

Banda Aceh, Infoaceh.net — Sebanyak 1.455 desa terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh akan menerima bantuan sapi meugang menyambut puasa Ramadan 1447 Hijriah dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Bantuan ini merupakan respons atas permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem agar masyarakat korban bencana tetap dapat menjalankan tradisi meugang menjelang Ramadan.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad mengatakan, pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp50 juta untuk setiap desa terdampak.
Dana tersebut akan langsung ditransfer ke pemerintah kabupaten/kota untuk dibelikan sapi dan dibagikan kepada masyarakat.
“Kalau tidak salah per desa Rp50 juta. Harga sapi di daerah kita tidak sampai Rp50 juta, mungkin desa bisa membeli dua sapi,” kata Dek Fadh kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, bantuan itu tidak melalui Pemerintah Aceh, melainkan langsung disalurkan ke pemerintah kabupaten/kota.
Dari total 3.003 desa di 203 kecamatan yang terdampak bencana di Aceh, sebanyak 1.455 desa ditetapkan sebagai penerima bantuan meugang.
“Sekarang anggaran sudah tersedia dari Pak Presiden,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengusulkan kepada pemerintah pusat agar mengimpor sapi guna menekan lonjakan harga daging menjelang meugang. Usulan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama kementerian/lembaga dan kepala daerah di Banda Aceh, 30 Desember 2025.
Menurut Mualem, harga daging di Aceh merupakan yang tertinggi di Indonesia. Pada meugang sebelumnya, harga daging sapi dan kerbau mencapai Rp200 ribu per kilogram dan diperkirakan bisa menembus Rp300 ribu per kilogram akibat banyaknya ternak yang mati karena bencana.
Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh membeli dan mengolah daging sapi atau kerbau untuk disantap bersama keluarga. Tradisi yang sudah berlangsung sejak masa Sultan Iskandar Muda ini digelar tiga kali setahun: menjelang Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.
Sementara itu, dalam rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi fase transisi pemulihan yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh di Posko Terpadu Kantor Gubernur Aceh, pemerintah daerah diminta mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Ramadan.
Rapat tersebut diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, kepala SKPA terkait, serta unsur penanganan bencana. Para bupati dan wali kota se-Aceh mengikuti rapat secara daring.
Wagub Fadhlullah menekankan pentingnya kesiapan pasokan listrik oleh PT PLN, infrastruktur dasar di wilayah terdampak, serta momentum tradisi meugang.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota menyampaikan kondisi terkini dan berbagai kebutuhan yang diperlukan selama masa pemulihan.
“Bantuan sapi meugang akan direalisasikan melalui transfer dana dari pemerintah pusat langsung ke pemerintah kabupaten dan kota untuk pembelian sapi,” kata Fadhlullah.
Ia mengimbau seluruh daerah terdampak agar terbuka menyampaikan kendala yang dihadapi dalam menyambut Ramadan, sehingga solusi dapat segera dirumuskan bersama.

Beri Komentar

Artikel Terkait