Umum

Megawati Soekarnoputri Terima Gelar Doktor Honoris Causa ke-11 dari Princess Nourah University Saudi

Jakarta, Infoaceh.net – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, pada Senin, 9 Februari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong peran perempuan di ruang publik dan pemerintahan.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang luar negeri, Ahmad Basarah, menyampaikan bahwa dalam rangkaian acara penganugerahan itu Megawati juga akan menyampaikan pidato ilmiah bertema pemberdayaan perempuan dalam tata kelola negara.

Tema tersebut dinilai relevan dengan rekam jejak Megawati sebagai presiden perempuan pertama Indonesia.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Basarah menjelaskan, PNU dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi khusus perempuan terbesar di dunia. Menurutnya, pemberian gelar kehormatan tersebut merupakan apresiasi internasional atas kiprah Megawati dalam politik, diplomasi, serta isu sosial yang berkaitan dengan kesetaraan gender.

Dengan penganugerahan ini, jumlah gelar doktor kehormatan yang diterima Megawati bertambah menjadi sebelas, di samping sejumlah penghargaan akademik lain dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Basarah menilai pengakuan tersebut mencerminkan perhatian global terhadap peran kepemimpinan perempuan di negara berkembang.

Ia juga menekankan bahwa penganugerahan dari universitas di Arab Saudi ini memiliki makna simbolis.

Megawati disebut menjadi figur non-warga Saudi pertama yang menerima penghargaan tersebut, sekaligus menjadi contoh bagaimana perempuan dapat menempati posisi strategis di negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Menurut Basarah, pengakuan ini diharapkan dapat memperkuat diskursus tentang kesetaraan kesempatan bagi perempuan, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan kepemimpinan perempuan di berbagai negara.

Beri Komentar

Artikel Terkait