Aceh

Pimpinan MPR RI Bertemu Ulama Aceh di Dayah Mahyal Ulum, Tegaskan Dukungan Pemulihan Pascabencana  

Aceh Besar, Infoaceh.net — Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama jajaran pimpinan MPR RI bersilaturahmi dengan para ulama Aceh di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, Selasa sore (10/2/2026). 
Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat Aceh yang tengah bangkit dari bencana banjir bandang dan longsor.
Dalam kunjungan tersebut, Muzani didampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fad), serta Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Sejumlah ulama Aceh turut hadir, di antaranya Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali, Tgk H Hasanoel Bashry atau Abu Mudi, Waled Nu, serta para wakil ketua MPU Aceh.
Dalam sambutannya, Muzani mengajak seluruh pihak untuk tetap bersyukur dan optimistis menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Ia berharap pertemuan dengan para ulama membawa keberkahan bagi Aceh.
“Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Allah, hari ini kita dapat bermuwajahah dengan para ulama, para tokoh masyarakat, para abu dan para masyayikh. Mudah-mudahan Allah memberkahi pertemuan hari ini,” ujar Muzani.
Ia menyebutkan, kunjungan ini merupakan kali kedua pimpinan MPR RI ke Aceh setelah bencana 26 November 2025. Kehadiran mereka, kata Muzani, merupakan bentuk dukungan dan semangat bagi masyarakat yang terdampak.
Muzani mengungkapkan berbagai aspirasi masyarakat Aceh telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, mulai dari kebutuhan hunian sementara bagi pengungsi, perbaikan jalan nasional dan provinsi, pemulihan listrik, hingga ketersediaan gas LPG 3 kg.
“Semua aspirasi itu sudah kami sampaikan kepada Presiden. Sekarang pelan-pelan sudah mulai dipulihkan. Jalan transportasi dari Banda Aceh ke Medan dan ke kabupaten-kabupaten mulai membaik,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan Mendagri, pemulihan jaringan listrik di Aceh telah mencapai 99 persen. Saat ini tersisa sekitar 23 desa yang belum teraliri listrik karena kendala topografi yang berat.
Muzani menyampaikan apresiasi kepada para ulama Aceh yang terus menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat.
Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam menjaga semangat rakyat.
“Optimisme orang Aceh adalah optimisme kami. Sakit Aceh adalah sakit kita yang ada di Jakarta. Inilah cara kita menguatkan rakyat dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh-Sumatera menekankan pentingnya penguatan spiritual bagi para korban bencana.
Ia mengapresiasi peran ulama yang terus memberikan dukungan mental dan keagamaan kepada para pengungsi.
“Mohon dukungan dan doa agar kami bisa menjalankan ibadah kemanusiaan ini,” ujar Tito.
Ia menjelaskan, sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh unsur pemerintah, termasuk kementerian, TNI, dan Polri, untuk bergerak cepat.
Pemerintah memetakan 52 daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan fokus penanganan utama diarahkan ke Aceh yang mengalami dampak paling parah.
Menurut Tito, pemerintah pusat telah membagi tugas lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pemulihan.
Kementerian Pekerjaan Umum menangani infrastruktur, Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, serta Kementerian Kesehatan memastikan layanan rumah sakit tetap berjalan.
Pembagian tugas tersebut diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.

Beri Komentar

Artikel Terkait