BSI Aceh Gandeng Jurnalis Perkuat Literasi Ekonomi Syariah Masyarakat

BSI Aceh terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis guna mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi syariah. (Foto: Ist)

Banda Aceh, Infoaceh.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis guna mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Rencong 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi ekonomi syariah dan silaturahmi bersama insan pers yang digelar di Gedung Landmark BSI Aceh, Kamis siang (12/2/2026).
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam sambutannya menegaskan, kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting untuk memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah dapat tersampaikan secara benar, edukatifdan mencerahkan kepada masyarakat.
“Kegiatan media gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh,” ujar Imsak.
Ia menambahkan, Aceh sebagai daerah dengan kekhususan penerapan syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan berbagai media arus utama menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.
“Kami percaya melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis.
Ia menilai peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.
Sementara itu, opening speech disampaikan Kepala Bidang Bina Hukum dan HAM Dinas Syariat Islam Aceh Husni MAg. Dalam paparannya, ia menegaskan penguatan literasi muamalah sesuai syariah merupakan bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Puncak kegiatan diisi keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah BSI, Dr Oni Sahroni Lc MA.
Ia menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, pentingnya transaksi bebas riba, serta urgensi pemahaman akad dalam praktik perbankan syariah.
Oni memaparkan perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Salah satunya, bank syariah menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari laba bersih perusahaan yang memberikan keberkahan sekaligus mendukung aktivitas sosial.
Selain itu, tata kelola perbankan syariah diawasi Dewan Pengawas Syariah dan regulator untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai prinsip syariah.
Ia menekankan literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan.
“Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi dengan insan pers semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.