Bantu Korban Banjir, FDP dan FK Umuslim Bireuen Gelar Khitan Massal untuk 69 Anak

Sejumlah anak didampingi orang tua mereka saat mengikuti prosesi khitan massal di Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, Bireuen, Minggu (15/2/2026).

Bireun, Infoaceh.net – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Forum Dakwah Perbatasan (FDP) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar aksi sosial khitan massal bagi warga terdampak bencana.

Sebanyak 69 anak dari berbagai gampong di Kabupaten Bireuen menjadi peserta dalam kegiatan yang digelar di Kampus Utama Umuslim, Matangglumpangdua, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Mobil Klinik FDP Peduli, yang disinergikan dengan misi pengabdian masyarakat FK Umuslim serta dukungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bireuen dan Forum Dakwah Dokter Indonesia (FDDI).

Fokus pada Warga Terdampak Banjir Ketua FDP, dr. Nurkhalis, menjelaskan bahwa khitan massal ini merupakan rangkaian lanjutan dari aksi tanggap bencana banjir yang sempat melanda Aceh beberapa waktu lalu.

Para peserta mayoritas berasal dari desa-desa yang terdampak, seperti Desa Kucer, Alue Kuta, Punjot, Bugeng, Jangka Alue U, Alue Bayeu Utang, hingga Buket Krueng Mate.

“Kami bersyukur bisa terus membersamai warga korban banjir melalui program khitanan ini. Ini menjadi agenda terakhir menjelang puasa Ramadhan, meskipun nantinya akan ada kegiatan lain di bulan suci dan menjelang Idul Fitri,” ujar dr. Nurkhalis.

Misi ‘Dokter untuk Umat’ Dekan FK Umuslim, dr. Zumirda, menekankan bahwa keterlibatan kampus dalam aksi medis ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan bagi para mahasiswa kedokteran sejak dini.

“Umuslim adalah wakaf dari umat, maka sudah sepatutnya kontribusinya kembali untuk kemaslahatan umat. Kami ingin para mahasiswa dan dokter di sini benar-benar menjadi ‘Dokter untuk Umat’,” tegas dr. Zumirda.

Seluruh proses tindakan medis dilakukan oleh tim dokter profesional dengan standar keselamatan tinggi. Kehadiran program ini disambut haru oleh keluarga peserta yang merasa sangat terbantu, mengingat beban ekonomi yang mereka alami pascabencana banjir.

Sinergi antara akademisi, organisasi dakwah, dan profesi medis ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat Aceh yang membutuhkan.