Wapres Persiraja Iswahyudi Ditunjuk Jadi Ketua PAN Bireuen

Wakil Presiden Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, resmi ditunjuk sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Bireuen.

Bireuen, Infoaceh.net – Wakil Presiden (Wapres) Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, resmi ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bireuen periode 2026–2031.

Penunjukan ini dinilai bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan bagian dari strategi konsolidasi besar PAN Aceh dalam menghadapi dinamika politik menuju 2029.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya menghadirkan figur dengan daya tarik publik untuk memperkuat elektabilitas partai di wilayah yang pernah menjadi basis suara potensial PAN pada awal era reformasi.

Dalam susunan kepengurusan terbaru, Edi Supriadi dipercaya mengisi posisi Sekretaris, sementara jabatan Bendahara diemban Suriya Yunus yang juga merupakan Anggota DPRK Bireuen.

Komposisi ini dinilai memadukan energi baru dengan pengalaman politik serta jaringan legislatif yang telah terbangun.

Iswahyudi, yang dikenal luas di kalangan pecinta sepak bola Aceh, menegaskan komitmennya untuk membangun struktur partai secara menyeluruh.

Ia menargetkan konsolidasi organisasi di 17 kecamatan hingga ke tingkat ranting—level yang kerap menjadi titik lemah partai dalam menjaga soliditas kader.

“Kami tidak ingin PAN hanya aktif menjelang pemilu. Mesin partai harus bekerja setiap hari dan menyentuh akar rumput. Konsolidasi hingga ranting adalah prioritas,” ujar Iswahyudi kepada wartawan, Ahad (15/2/2026).

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kembali infrastruktur politik PAN di Bireuen yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang agresif.

Dengan latar belakang manajerial di dunia olahraga, Iswahyudi diharapkan mampu membawa pendekatan profesional, disiplin, dan sistem kerja yang lebih terukur ke dalam organisasi partai.

Fungsionaris senior PAN, Munzir Mustafa, menyebut regenerasi kepemimpinan tersebut sebagai momentum penting. Menurutnya, PAN membutuhkan figur muda yang mampu menjembatani pemilih tradisional dengan generasi baru.

“Ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi tentang arah baru. Dengan kepemimpinan yang energik, PAN Bireuen berpeluang kembali memperkuat posisinya,” katanya.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak ringan. PAN Bireuen harus bersaing dengan sejumlah partai lokal Aceh yang memiliki basis ideologis dan jaringan kultural kuat.

Tanpa konsolidasi nyata dan kerja politik yang terstruktur, target kebangkitan berpotensi hanya menjadi wacana.

Penunjukan Iswahyudi juga mencerminkan strategi Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam, dalam memperkuat soliditas internal partai dengan menghadirkan figur yang dinilai loyal sekaligus memiliki popularitas publik.

Jika strategi ini berjalan efektif, Bireuen berpeluang menjadi salah satu lumbung suara penting PAN di Aceh pada pemilu mendatang.