Berebut Muka di Depan Prabowo: PKB Aceh Tantang Dominasi Partai Aceh, Incar 15 Kursi DPRA

PKB secara provokatif menargetkan 15 kursi DPRA pada Pemilu 2029, menantang dominasi Partai Aceh meski berada dalam satu gerbong pendukung Presiden Prabowo.

Banda Aceh, Infoaceh.net – Peta persaingan politik di Tanah Rencong mulai terasa panas jauh sebelum tahapan pemilu resmi bergulir.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh memberi sinyal ekspansi kekuatan elektoral melalui konsolidasi internal yang menargetkan lompatan signifikan di parlemen daerah.

Dalam forum pra-Musyawarah Kerja Wilayah yang digelar di Banda Aceh pada Minggu, 15 Februari 2026, jajaran pengurus menegaskan target ambisius, merebut 15 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pada Pemilu 2029.

Angka tersebut naik dari sembilan kursi saat ini dan dinilai berpotensi mengubah konfigurasi kekuatan politik di parlemen Aceh.

Ruslan M. Daud selaku Ketua DPW PKB Aceh menekankan bahwa partainya tidak lagi sekadar menjaga posisi, melainkan melakukan ekspansi yang terukur.

Strategi diarahkan pada penguatan seluruh lini, mulai dari DPR RI, DPRA, hingga DPRD kabupaten/kota dengan fokus membuka basis baru sekaligus memperbesar perolehan suara di wilayah yang sudah mapan.

Langkah ini dipandang sebagai reposisi politik agar PKB tampil sebagai kekuatan yang lebih dominan menjelang 2029.

Dinamika menjadi menarik karena PKB berada dalam orbit koalisi yang sama dengan Partai Aceh, partai lokal yang selama dua dekade terakhir dikenal sebagai pemain utama parlemen Aceh. Keduanya juga sama-sama mendukung pemerintahan Gubernur Muzakir Manaf.

Meski berada di jalur dukungan eksekutif yang seirama, kompetisi legislatif tetap berjalan. Kolaborasi formal tidak menutup ruang kontestasi pengaruh sebagai bagian dari kalkulasi politik jangka panjang masing-masing partai.

Selain jalur parlemen, PKB Aceh memanfaatkan keberadaan kepala daerah dari kader internal sebagai instrumen memperluas basis dukungan hingga akar rumput.

Jalur eksekutif dinilai efektif memperkuat mesin politik sekaligus meningkatkan visibilitas pelayanan publik yang berpengaruh pada elektabilitas.

Di tingkat nasional, PKB Aceh menegaskan loyalitas penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disebut sebagai komitmen kolektif untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus mendorong agenda pembangunan.

Partai bahkan menyatakan kesiapan mendukung kembali Prabowo dalam kontestasi mendatang tanpa mengaitkannya dengan konfigurasi pasangan.

Pra-Muskerwil ini menjadi titik awal kepengurusan PKB Aceh periode 2026–2031 dalam memantapkan soliditas internal.

Rencana pembangunan kantor partai baru dicanangkan sebagai simbol kesiapan infrastruktur menghadapi persaingan politik yang diperkirakan semakin terbuka dan kompetitif.

Dengan konsolidasi yang terus diperkuat, duel strategi menuju 2029 di Aceh dipastikan berlangsung semakin tajam — meski berada di bawah payung dukungan nasional yang sama.