Polemik Anggaran Makan Bergizi Gratis: Dahnil Anzar Diserbu Warganet, Mendasmen Sebut Investasi Strategis

Jakarta, Infoaceh.net — Jagat media sosial kembali panas setelah pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, soal sumber anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perdebatan sengit.
Ribuan warganet menyerbu kolom komentar akun X miliknya setelah ia menegaskan bahwa program tersebut tidak mengambil porsi anggaran pendidikan dalam APBN.
Dalam unggahannya, Dahnil menyebut isu pemotongan anggaran pendidikan sebagai narasi yang tidak berdasar.
Ia menekankan bahwa pembiayaan MBG berasal dari kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk pemangkasan perjalanan dinas dan pos belanja yang dinilai tidak berdampak langsung pada pelayanan publik.
Pernyataan itu justru memantik reaksi luas. Hingga sehari setelah unggahan tersebut, ribuan komentar membanjiri akun Dahnil.
Banyak warganet mengklaim terdapat alokasi besar anggaran pendidikan yang diarahkan ke program Badan Gizi Nasional, bahkan menyertakan kutipan regulasi sebagai bahan bantahan.
Menanggapi gelombang kritik, Dahnil kembali menjelaskan bahwa sumber dana MBG juga berasal dari potensi penerimaan negara seperti denda sawit ilegal, sitaan aset, serta efisiensi belanja birokrasi.
Ia menegaskan tidak ada pengurangan layanan pendidikan bagi masyarakat.
Di tengah polemik tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, memberikan perspektif berbeda. Ia menilai MBG sebagai investasi strategis untuk masa depan generasi Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, kualitas generasi mendatang ditentukan sejak masa kandungan hingga usia pertumbuhan awal. Karena itu, intervensi gizi dianggap krusial untuk membangun fondasi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat meresmikan fasilitas layanan gizi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Dukungan terhadap program MBG juga datang dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, yang menyebut program ini memiliki spektrum dampak luas terhadap pembangunan nasional.
Ia menekankan bahwa MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan strategi jangka panjang membentuk kualitas sumber daya manusia.
Perdebatan publik terkait sumber pembiayaan MBG menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah terus menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi kesehatan dan pendidikan generasi muda, bukan mengurangi hak sektor pendidikan.