USK Simulasi Teknologi Fermentasi dan Irigasi Tetes Pulihkan Ekonomi Warga Pascabanjir Bireuen

Bireuen, Infoaceh.net — Tim pengabdian dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melaksanakan simulasi penerapan teknologi tepat guna melalui Program PKM Mahasiswa Berdampak untuk membantu pemulihan masyarakat pascabanjir bandang dan longsor Aceh.
Kegiatan ini dipusatkan di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, wilayah yang berbatasan langsung dengan Sungai Peusangan dan tergolong rawan banjir.
Program dipimpin oleh Dr drh Masda Admi MSi bersama tim dosen dan mahasiswa, dengan fokus pada teknologi fermentasi pakan ternak serta sistem irigasi tetes untuk mendukung kebangkitan sektor pertanian dan peternakan warga.
Dalam pelaksanaannya, tim menyerahkan sejumlah peralatan teknologi tepat guna kepada masyarakat, di antaranya mesin pencacah rumput (chopper) dan alat penetasan telur.
Bantuan tersebut dirancang untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga melalui pendekatan terintegrasi antara sektor pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
Selain penyerahan alat, tim juga menyediakan bibit rumput pakan ternak yang ditanam langsung oleh mahasiswa di lahan kelompok ternak masyarakat sebagai bahan baku fermentasi pakan.
Dari sisi pertanian, mahasiswa melakukan demonstrasi pembuatan sistem irigasi tetes untuk budidaya tanaman pala wilaja sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan pascabanjir.
Gampong Teupin Raya dipilih sebagai lokasi program karena memiliki potensi sumber daya alam yang besar sekaligus tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana banjir.
Sebelum bencana, mayoritas masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian sawah, perkebunan, serta peternakan sapi, kambing, dan ayam pekarangan.
Program PKM Mahasiswa Berdampak ini berlangsung sejak 3 – 22 Februari 2026 dengan melibatkan dua kelompok usaha masyarakat, yakni Kelompok Peternak Sejati dan Kelompok Petani Tangguh sebagai mitra.
Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr drh Masda Admi MSi sebagai ketua, bersama Dr Hendri Syah STp MSi, Ir Said Mirza Pratama SPt MSi IPM serta drh Azhari MSi yang memiliki keahlian di bidang mikrobiologi, teknologi pertanian, nutrisi dan teknologi pakan ternak, serta kesehatan masyarakat veteriner.
Keuchik Teupin Raya Syahrul Fuadi SKom menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penerapan fermentasi pakan ternak dan pembangunan sistem irigasi tetes.
“Program ini menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak masyarakat. Inovasi irigasi tetes juga memberi wawasan baru dalam memanfaatkan lahan bekas banjir yang tertimbun pasir,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan krisis di masa mendatang serta mampu memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.