Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng, Dari Rumah Ibadah Jadi Pusat Lahirnya Generasi Qurani

Banda Aceh, Infoaceh.net – Di tengah ramainya kawasan Simpang Tujuh, Ulee Kareng, berdiri megah Masjid Baitusshalihin yang bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi Qurani.
Masjid ini dikenal aktif menghidupkan kegiatan pendidikan agama, terutama melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang digerakkan langsung oleh para remaja masjid.
Didirikan pada 1980 di atas tanah wakaf seluas 8.815 meter persegi, masjid ini hadir untuk menjawab kebutuhan spiritual masyarakat Ulee Kareng yang terus berkembang.
Berbeda dengan Masjid Tuha Ulee Kareng yang merupakan situs bersejarah, Baitusshalihin tumbuh sebagai masjid modern yang adaptif terhadap dinamika sosial warga sekitar.
Direkonstruksi, Peran Sosial Makin Kuat
Seiring meningkatnya jumlah jamaah dan aktivitas keagamaan, bangunan masjid direkonstruksi pada 2007 agar lebih representatif. Pasca pembaruan, kapasitas dan fasilitas masjid semakin memadai untuk menampung berbagai kegiatan, mulai dari pengajian rutin hingga program pendidikan Al-Qur’an.
Namun yang membuatnya menonjol bukan semata kemegahan fisik, melainkan peran aktif generasi muda. Remaja Masjid (RM) Baitusshalihin menjadi motor penggerak kegiatan TPA melalui divisi pendidikan yang terstruktur.
Anak Muda Jadi Pengajar, Masjid Jadi Ruang Tumbuh
Setiap sore hingga malam, halaman dan ruang belajar masjid dipenuhi anak-anak yang belajar membaca Al-Qur’an, memperdalam tajwid, hingga menghafal doa-doa harian. Untuk santri usia 11 tahun ke atas, tersedia program tahfidz sebagai jenjang lanjutan.
Metode pembelajaran yang digunakan, termasuk metode Iqra’, diterapkan secara bertahap agar kemampuan membaca Al-Qur’an meningkat sistematis. Kehadiran pengajar dari kalangan remaja menciptakan suasana yang lebih komunikatif dan dekat, membuat anak-anak lebih nyaman dan termotivasi.
Di tengah tantangan era digital yang kerap menjauhkan generasi muda dari masjid, Baitusshalihin justru menjadikan mereka sebagai ujung tombak dakwah dan pendidikan.
Masjid ini tidak sekadar menjadi tempat salat, tetapi juga ruang belajar, pengabdian, dan regenerasi nilai-nilai Islam.
Dukungan Penuh Masyarakat
Badan Kemakmuran Masjid (BKM) setempat turut mendukung berbagai program, mulai dari majelis taklim, ceramah rutin, hingga kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Seluruh aktivitas berjalan berkat semangat wakaf, gotong royong, dan kebersamaan warga.
Kini, Masjid Baitusshalihin menjadi bukti bahwa masjid modern mampu menjalankan fungsi yang lebih luas — bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter generasi masa depan yang berlandaskan Al-Qur’an.