Meniti Jalan Dakwah, Mengharap Ampunan: Indahnya Tadarus dan Iktikaf di Masjid Jami’ Unsyiah

Banda Aceh, Infoaceh.net – Masjid Jami’ Unsyiah berdiri di jantung kawasan Universitas Syiah Kuala, Darussalam, dan menjadi salah satu ikon religius yang tak terpisahkan dari denyut kehidupan kampus.
Selama ini masjid kerap dipahami sebatas ruang untuk menunaikan salat atau tempat anak-anak belajar mengaji. Namun Masjid Jami’ Unsyiah menghadirkan wajah yang lebih dinamis dan inklusif.
Fungsinya melampaui sekadar tempat ibadah. Pengelolaan yang tertata rapi menjadikan masjid ini sebagai ruang interaksi, edukasi, dan pembinaan spiritual yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Mahasiswa menjadikannya pusat penguatan nilai-nilai keislaman, sementara masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari program-program yang digagas pengurus.
Salah satu kegiatan yang konsisten digelar adalah kajian Subuh. Agenda ini terbuka luas, tidak hanya untuk civitas akademika, tetapi juga untuk masyarakat umum.
Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tafsir, fikih, hingga pembahasan isu-isu kontemporer dalam perspektif Islam.
Dengan konsep terbuka, ilmu yang dibagikan tidak berhenti di lingkungan kampus, melainkan menyebar lebih luas ke tengah masyarakat.
Dari sisi fisik, masjid ini memiliki bangunan yang cukup luas untuk ukuran rumah ibadah di dalam kompleks universitas.
Ruang utama yang lapang serta area pendukung yang memadai membuatnya nyaman digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Letaknya yang strategis, berdekatan dengan minimarket dan deretan pedagang kaki lima, menjadikannya titik singgah favorit mahasiswa.
Pada waktu siang, tidak sedikit mahasiswa yang memanfaatkan area masjid untuk beristirahat, berdiskusi, atau sekadar menenangkan diri di sela aktivitas perkuliahan.
Masjid Jami’ Unsyiah pun tumbuh sebagai ruang spiritual sekaligus sosial, tempat bertemunya ibadah, ilmu, dan kebersamaan dalam satu naungan.