Perkuat Kelistrikan Pantai Barat Aceh, PLN Operasikan SUTT dan GI 150 kV Blangpidie–Tapaktuan

ACEH SELATAN, Infoaceh.net – PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara mengoperasikan (energize) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Blangpidie–Tapaktuan serta Gardu Induk (GI) 150 kV Blangpidie Extension menuju GI 150 kV Tapak Tuan berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA).
Infrastruktur strategis ini menjadi bagian dari penguatan backbone sistem kelistrikan Pantai Barat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Selatan.
Kehadiran jaringan transmisi tersebut juga menandai berkurangnya ketergantungan daerah terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini menopang pasokan listrik setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, mengapresiasi langkah PLN dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, kami berterima kasih kepada PLN. Beroperasinya GI Tapak Tuan akan meningkatkan keandalan dan kualitas pasokan listrik. Dengan sistem yang lebih stabil, kami optimistis pelayanan publik, aktivitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin baik,” ujarnya, Kamis (19/2).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, menegaskan pengoperasian SUTT dan gardu induk tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi nasional.
“Infrastruktur ini memperkuat ketahanan energi nasional karena mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil,” kata Darmawan.
Ia menambahkan, PLN terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Utara, Dewanto, merinci bahwa SUTT 150 kV Blangpidie–Tapak Tuan dibangun sepanjang 115 kilometer sirkuit (kms) dengan 166 menara transmisi.
Jaringan ini berfungsi sebagai interkoneksi regional untuk menjaga kualitas tegangan, meningkatkan kontinuitas pasokan listrik, serta menghubungkan sistem kelistrikan Blangpidie (Aceh Barat Daya) hingga Samadua (Aceh Selatan).
“Beroperasinya infrastruktur ini meningkatkan keandalan sistem dan berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak rata-rata sekitar 638,6 kiloliter per bulan dari pengurangan penggunaan pembangkit diesel. Trafo berkapasitas 30 MVA juga disiapkan untuk menopang pertumbuhan kebutuhan listrik sektor rumah tangga, bisnis, dan industri,” jelasnya.
Dengan beroperasinya jaringan transmisi tersebut, Aceh Selatan tidak lagi bergantung pada jaringan tegangan menengah maupun pembangkit diesel.
PLTD Kota Fajar pun akan dihentikan operasinya secara bertahap.
“Stabilitas tegangan lebih terjaga, manuver beban saat gangguan lebih fleksibel, dan potensi pemadaman dapat ditekan secara signifikan,” tambah Dewanto.
Ia menegaskan, keberhasilan energize fasilitas ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
Seluruh tahapan pembangunan juga dipastikan telah memenuhi standar teknis serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“PLN memastikan setiap infrastruktur ketenagalistrikan dibangun secara andal, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.