Setelah Resor Rp10 Triliun Mandek, Kini UEA Janjikan Masjid Agung di Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat menerima delegasi Uni Emirat Arab di Pendopo. Pertemuan ini menjadi langkah awal penentuan lokasi pembangunan Masjid Agung yang diharapkan menjadi pusat peradaban Islam baru di Banda Aceh. (Foto: Dok. Humas Pemko/Istimewa)

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kembali menawarkan rencana investasi baru di Aceh berupa pembangunan masjid agung dan Islamic Center di Banda Aceh.

Tawaran ini muncul setelah sejumlah proyek besar yang sebelumnya dijanjikan investor Timur Tengah tersebut berulang kali tertunda bahkan tak terealisasi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dengan delegasi UEA dan jajaran UIN Ar-Raniry di Pendopo Wali Kota, Ahad (22/2/2026) malam.

Pertemuan ini memunculkan harapan sekaligus keraguan publik, mengingat rekam jejak investasi UEA di Aceh yang kerap berhenti pada tahap wacana.

Delegasi UEA dipimpin Dr Sultan selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo.

Ia menyebut rencana pembangunan masjid agung dan Islamic Center telah mendapat persetujuan pemerintah UEA sekitar empat bulan lalu setelah melalui proses penjajakan selama dua tahun.

Namun realisasinya masih bergantung pada kesiapan lahan dari Pemerintah Kota Banda Aceh.

UEA meminta sedikitnya tiga alternatif lokasi pembangunan, termasuk kawasan UIN Ar-Raniry. Pemko Banda Aceh menawarkan lahan sekitar tiga hektare di Kecamatan Meuraxa serta alternatif lain di Lambaro Skep.

Illiza menyambut baik rencana tersebut dan berharap masjid agung yang diidamkan dapat menjadi pusat ibadah sekaligus pendidikan umat.

Meski demikian, rencana ini kembali mengingatkan publik pada proyek investasi UEA sebelumnya yang tak kunjung terwujud.

Sejak 2020 investor Abu Dhabi pernah menjajaki pengembangan wisata di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Pada 2021 bahkan ditandatangani MoU investasi sekitar US$500 juta atau Rp7–10 triliun untuk pembangunan resor mewah, namun proyek itu mandek.

Hingga kini sejumlah kerja sama lain seperti energi, pusat data, dan pengelolaan limbah masih sebatas rencana. Karena itu publik menunggu kepastian apakah proyek masjid agung ini benar-benar terealisasi atau kembali menjadi janji investasi semata.