Pemko Banda Aceh Bangun Instalasi Pengolahan Air Baru Senilai Rp22 Miliar

Pemko Banda Aceh membangun satu unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 100 liter pee detik di WTP Lubok Batee dengan nilai investasi Rp22 miliar.

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Kota Banda Aceh membangun satu unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 100 liter per detik di Water Treatment Plant (WTP) Lubok Batee dengan nilai investasi sekitar Rp22 miliar.

Proyek ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Perumdam Tirta Daroy yang digelar di halaman kantor WTP Lubok Batee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu sore, 25 Februari 2026.

Kegiatan dirangkai dengan apel bersama dan buka puasa bersama seluruh jajaran perusahaan daerah tersebut.

Turut hadir Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Wakil Ketua DPRK Daniel A Wahab, Anggota DPRK Iqbal Djohan, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, Asisten I Bachtiar, serta Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy Teuku Novizal Aiyub beserta jajaran dan karyawan.

Selain pembangunan IPA baru, Illiza menegaskan bahwa program penggantian water meter pelanggan serta peremajaan jaringan pipa tua juga menjadi prioritas strategis.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi pencatatan, menekan kebocoran, dan memperbaiki kualitas distribusi air.

“Pertumbuhan kota dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih yang stabil dan 24 jam menuntut inovasi serta transformasi berkelanjutan,” ujar Illiza.

Saat ini, layanan Tirta Daroy telah menjangkau sekitar 86 persen masyarakat Kota Banda Aceh dengan total lebih dari 56 ribu pelanggan. Dari sisi produksi, dua instalasi pengolahan air—WTP Lubok Batee dan WTP Siron—beroperasi dengan kapasitas total sekitar 710 liter per detik.
Sepanjang tahun 2024, volume produksi air mencapai lebih dari 23 juta meter kubik dengan tingkat efisiensi produksi sebesar 94,97 persen.

Distribusi air didukung oleh 11 unit reservoir berkapasitas total 9.600 meter kubik serta jaringan pipa sepanjang lebih dari 1.072 kilometer.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap liter air yang diproduksi dan dialirkan, ada dedikasi dan kerja keras seluruh karyawan,” tambahnya.
Kinerja “Sehat” dan Kontribusi PAD

Secara kinerja, Tirta Daroy menunjukkan tren positif. Berdasarkan indikator BPPSPAM, nilai kinerja tahun 2024 mencapai 3,75 dengan kategori “Sehat”.

Perusahaan juga telah mencapai status Full Cost Recovery dan menyetorkan dividen lebih dari Rp9,2 miliar kepada Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun demikian, tantangan ke depan dinilai semakin kompleks. Selain peningkatan kapasitas, transformasi manajemen dan penguatan tata kelola menjadi kebutuhan mendesak agar perusahaan daerah ini mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.

Dalam suasana Ramadan, Illiza juga menekankan bahwa pelayanan air bersih memiliki dimensi spiritual. Menurutnya, air bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran ibadah masyarakat, Pemko Banda Aceh menggratiskan penggunaan air bersih bagi masjid-masjid selama Ramadan. Fasilitas tersebut meliputi penggantian kran, penyediaan perlengkapan kebersihan, pengadaan mesin pompa, hingga penyiagaan armada mobil tangki air.

“Ketika air mengalir untuk wudhu dan ibadah masyarakat, di sana ada pahala yang terus mengalir bagi siapa pun yang bekerja dengan ikhlas,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Illiza mengajak seluruh keluarga besar Tirta Daroy menjadikan usia ke-51 sebagai momentum penguatan integritas, profesionalisme, dan inovasi pelayanan.

“Rawat kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata. Jadikan Tirta Daroy bukan hanya perusahaan daerah, tetapi institusi yang membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga Banda Aceh,” pungkasnya.