Sampaikan Pidato Perpisahan di Wisuda, Prof Marwan Pamit sebagai Rektor USK

Banda Aceh, Infoaceh.net — Suasana haru dan bangga menyelimuti Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, saat Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-168, Rabu, 25 Februari 2026.

Momen ini menjadi istimewa karena menjadi wisuda terakhir bagi Prof Dr Ir Marwan dalam kapasitasnya sebagai Rektor USK.

Pada periode November 2025 hingga Januari 2026, USK melepas 1.683 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma, Sarjana, Sarjana Terapan, Profesi, Spesialis, Magister hingga Doktor.

Sebanyak 864 wisudawan dikukuhkan pada hari ini, sementara 819 lainnya telah lebih dahulu diwisuda sehari sebelumnya. Dari total tersebut, 434 lulusan berhasil meraih predikat pujian (cumlaude).

Dengan penambahan tersebut, jumlah alumni kampus yang dikenal sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh itu kini mencapai 172.240 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Dalam pidato perpisahannya, Prof Marwan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, pemerintah, mitra, serta masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam perjalanan dan kemajuan USK.

“Wisuda ke-168 ini bukan hanya momentum kebahagiaan bagi para lulusan, tetapi juga menjadi momen refleksi dan perpisahan bagi saya sebagai Rektor. Saya bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan besar universitas ini,” ujar Prof Marwan di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orangtua dan wali wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada USK dalam mendidik putra-putri mereka hingga menyelesaikan studi.

Dalam sambutannya, Rektor menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari percepatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial hingga dinamika politik dan ekonomi dunia.

Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak lagi hanya menuntut kecakapan akademik, tetapi juga kreativitas, daya tahan, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat.

“Perubahan adalah keniscayaan. Namun peluang akan selalu terbuka bagi mereka yang mau terus belajar, beradaptasi, dan tidak mudah menyerah,” pesannya.

Selain isu global, Prof Marwan juga menekankan pentingnya kepedulian sosial.

Ia menyinggung bencana banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh akibat Siklon Senyar.

Dalam situasi tersebut, USK mengambil peran aktif melalui pembentukan satuan tugas lintas fakultas, penyediaan layanan kesehatan dan dukungan psikososial, pelaksanaan KKN Tematik Kebencanaan, serta pemberian keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 3.706 mahasiswa terdampak.

Menurutnya, keterlibatan aktif universitas dalam membantu masyarakat harus menjadi teladan bagi para lulusan bahwa ilmu pengetahuan bukan semata-mata untuk kesuksesan pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Wisuda ke-168 ini juga diwarnai kehadiran 17 mahasiswa internasional, terdiri atas 16 mahasiswa asal Thailand dan satu mahasiswa asal Palestina, yang turut dikukuhkan sebagai lulusan.

Mengakhiri pidatonya, Prof Marwan berpesan agar para wisudawan senantiasa menjaga nama baik almamater, membanggakan orangtua, serta menjadi pribadi yang membawa empati, integritas, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Selamat atas pencapaian Saudara hari ini. Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai jalan pengabdian untuk membangun bangsa dan kemanusiaan,” tutupnya.