Ekonomi

Bisnis Berkah di Bulan Ramadhan, Menarik Konsumen Tanpa Manipulasi

Oleh: Muhammad Yasir Yusuf

Ramadhan selalu menjadi bulan yang menggerakkan roda ekonomi Aceh lebih cepat dari biasanya. Lapak takjil menjamur, pusat perbelanjaan ramai, dan promosi digital bersaing merebut perhatian publik.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Di tengah dinamika tersebut, muncul dilema klasik dunia usaha: bagaimana meningkatkan penjualan tanpa mengorbankan etika?

Dalam Islam, bisnis bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral. Keuntungan memang penting, tetapi keberkahan jauh lebih utama.

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Prinsip kejujuran (siddiq), kejelasan informasi (bayan), dan keadilan (‘adl) menjadi fondasi utama dalam membangun relasi dengan konsumen.

Tanpa nilai-nilai itu, strategi pemasaran hanya menjadi permainan persepsi.

Fenomena promosi berlebihan, diskon manipulatif, hingga testimoni yang direkayasa menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha masih melihat konsumen sebagai target, bukan mitra.

Padahal dalam ajaran Islam, transaksi yang sah bukan hanya yang memenuhi rukun dan syarat, tetapi juga yang terbebas dari unsur penipuan (gharar) dan ketidakjelasan.

Menyembunyikan cacat produk atau melebih-lebihkan kualitas adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah.

Aceh, sebagai daerah yang menerapkan nilai-nilai syariat dalam tata kelolanya, seharusnya mampu menghadirkan wajah bisnis yang berbeda.

Dukungan ekosistem ekonomi syariah—mulai dari lembaga keuangan hingga pengelolaan dana sosial seperti yang dilakukan Baitul Mal Aceh—memberikan fondasi struktural bagi tumbuhnya usaha yang etis dan berkelanjutan.

Namun fondasi itu akan rapuh jika pelaku usaha sendiri tidak menjadikan moralitas sebagai kompas.

Menarik konsumen secara Islami bukan berarti menolak promosi atau inovasi. Justru sebaliknya, pelaku usaha dituntut kreatif dalam membangun kepercayaan.

Transparansi proses produksi, jaminan kualitas, pelayanan yang ramah, hingga komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat lokal adalah strategi yang jauh lebih kuat dibanding gimmick sesaat.

Kepercayaan yang tumbuh dari integritas akan menghasilkan loyalitas jangka panjang.

Dalam konteks Aceh yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran, model bisnis yang etis juga memiliki dimensi sosial.

Ketika pelaku usaha berkomitmen pada kejujuran dan tanggung jawab, mereka turut membangun stabilitas ekonomi masyarakat. Bisnis tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar kolektif memperkuat kesejahteraan.

Ramadhan mengajarkan pengendalian diri. Jika dalam ibadah kita mampu menahan lapar dan dahaga, maka dalam bisnis pun kita seharusnya mampu menahan godaan keuntungan instan yang mengorbankan nilai.

Rezeki tidak ditentukan oleh kelicikan strategi, melainkan oleh ikhtiar yang halal dan doa yang tulus.

Pada akhirnya, daya tarik produk bukan semata pada harga atau kemasan, tetapi pada kepercayaan. Dan kepercayaan lahir dari etika.

Jika Aceh ingin menjadi contoh praktik ekonomi syariah yang autentik, maka etika bisnis harus ditempatkan bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai strategi utama.

image_print
author avatar
Redaksi
Redaksi INFOACEH.net
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Beri Komentar

Artikel Terkait