Ganggu Tarawih, Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Mercon di Kuta Alam

Banda Aceh, Infoaceh.net – Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh bersama pihak Kecamatan Kuta Alam mulai mengintensifkan pengawasan dan penertiban terhadap peredaran petasan, mercon, hingga kembang api di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadhan tetap terjaga, sekaligus menindaklanjuti keluhan warga terkait kebisingan yang mengganggu saat pelaksanaan shalat dan waktu istirahat malam.

Pengawasan yang berlangsung pada Senin malam (2/3) itu menyasar seluruh pedagang yang berjualan di wilayah Kecamatan Kuta Alam.

Operasi gabungan dipimpin langsung oleh Camat Kuta Alam, Faidian Faisal bersama Komandan Regu 4 Satpol PP, Muslim.

Dalam kegiatan tersebut, petugas meminta para penjual mercon untuk menunda sementara aktivitas penjualan hingga memasuki akhir Ramadhan.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan peredaran mercon di tengah masyarakat dan meminimalisir potensi gangguan suara ledakan saat pelaksanaan ibadah shalat tarawih maupun waktu istirahat warga.

Tindakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan seruan Forkopimda serta respons cepat atas banyaknya aduan masyarakat.

Warga mengeluhkan suara petasan yang kerap terdengar ketika shalat sedang berlangsung.

Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya menyasar pedagang, tetapi juga melibatkan unsur gampong.

“Kami membangun komunikasi intensif dengan Linmas dan muhtasib gampong. Kami mengajak peran serta pihak gampong untuk mengedukasi warga, khususnya anak-anak, agar tidak membakar mercon, petasan, maupun kembang api saat pelaksanaan shalat dan jam istirahat,” ujarnya.

Rizal juga menginstruksikan kepada seluruh personel di lapangan agar melakukan penyitaan langsung apabila ditemukan warga yang membakar mercon di sekitar area masjid saat shalat atau pada jam-jam istirahat malam.

Langkah preventif dan persuasif ini diharapkan mampu menciptakan suasana Kota Banda Aceh yang lebih tenang, nyaman dan kondusif bagi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.