Inflasi Aceh Tembus Hampir 7 Persen, Kerja TPID Dipertanyakan

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Laju inflasi Aceh kian mengkhawatirkan. Pada Februari 2026, inflasi year on year (y-on-y) tercatat sebesar 6,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,96.

Angka ini mendekati 7 persen dan menjadi sinyal serius bagi stabilitas ekonomi daerah.

Lebih mengkhawatirkan lagi, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah yang menembus 8,44 persen dengan IHK 117,24.

Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 6,34 persen dengan IHK 114,12.

Artinya, seluruh daerah yang disurvei tetap berada pada level inflasi yang relatif tinggi.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik terhadap efektivitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh.

Di tengah berbagai rapat koordinasi dan imbauan penguatan sinergi, angka inflasi Aceh justru terus merangkak naik dan harga-harga barang makin tak terkendali di pasaran

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengakui inflasi Aceh meningkat dari 6,69 persen menjadi 6,94 persen. Ia meminta TPID memperkuat pengendalian harga, memastikan distribusi bahan pokok lancar, serta menggencarkan operasi pasar.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dalam arahannya saat memimpin rapat koordinasi penanganan inflasi, peringatan Malam Nuzulul Qur’an dan Festival Ramadhan 1447 H, di ruang potensi daerah Setda Aceh, Rabu (4/3/2026).

“TPID harus terus memperkuat sinergi karena berdasarkan data BPS, inflasi Aceh berada di angka 6,94 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya di angka 6,69 persen. Hal ini tentu harus segera kita respon dengan terus memperkuat upaya stabilisasi,” ujar Fadhlullah.

“TPID harus melakukan upaya pengendalian harga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan melaksanakan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” sambung pria yang akrab disapa Dek Fad itu.

Namun, publik menilai langkah tersebut terkesan reaktif dan berulang setiap tahun, terutama menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

Operasi pasar dinilai hanya solusi jangka pendek, sementara persoalan mendasar seperti rantai distribusi panjang, ketergantungan pasokan dari luar daerah, hingga potensi spekulasi harga belum sepenuhnya terurai.

Kenaikan inflasi ini terjadi menjelang dan pada bulan Ramadhan, periode di mana konsumsi masyarakat meningkat signifikan.

Jika tren ini tidak segera dikendalikan, bukan tidak mungkin tekanan harga akan semakin berat dalam beberapa pekan ke depan.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh juga tengah menggelar Festival Ramadhan 1447 H yang dipusatkan di kompleks Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Agenda tersebut akan dirangkai dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an serta atraksi budaya Islami khas Aceh.

Secara kultural, kegiatan itu memiliki nilai strategis. Namun, bagi masyarakat kecil, stabilitas harga beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya tetap menjadi kebutuhan paling mendesak.

Ujian Nyata bagi TPID

Inflasi yang hampir menyentuh 7 persen bukan sekadar angka statistik. Ia berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Kini, TPID Aceh menghadapi ujian nyata: mampu membuktikan kinerja melalui langkah konkret dan terukur, atau terus berada dalam pusaran rapat dan seruan koordinasi tanpa dampak signifikan di pasar.

Jika tidak ada terobosan yang lebih sistemik dan berkelanjutan, pertanyaan publik akan semakin keras terdengar—apa sebenarnya kerja TPID ketika harga terus naik?