Padang, Infoaceh.net – Semen Padang FC harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-24 di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (4/3/2026) malam.
Hasil tanpa gol tersebut terasa pahit bagi tuan rumah. Kabau Sirah tampil dominan sepanjang pertandingan, bahkan unggul jumlah pemain sejak menit ke-36, namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas menjadi gol.
Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, mengaku kecewa timnya tidak mampu memaksimalkan kesempatan yang ada.
“Permainan berakhir 0-0 dan ini hasil yang tidak kita inginkan karena kita banyak sekali punya peluang,” ujar Dejan usai pertandingan.
Sejak awal babak pertama, Semen Padang langsung mengambil inisiatif menyerang. Peluang pertama hadir pada menit keempat melalui tendangan bebas Angelo Meneses yang masih melambung tipis di atas mistar gawang yang dijaga Cahya Supriadi.
Peluang lain datang dari Kasim Botan yang berhasil lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan keras. Namun upaya tersebut belum mampu memecah kebuntuan. Beberapa kesempatan yang didapat Firman Juliansyah juga gagal dikonversi menjadi gol.
Memasuki babak kedua, Dejan mencoba mengubah pendekatan permainan agar lebih rapi dan tenang. Meski penguasaan bola tetap berada di pihak tuan rumah, dominasi tersebut tak mampu menghasilkan gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Situasi sulit justru dialami PSIM pada menit ke-36. Pemain mereka, Fahreza Sudin, menerima kartu merah dari wasit Naufal Adya Fairuski setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Samuel Simanjuntak.
Akibat insiden tersebut, Samuel harus ditandu keluar lapangan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Meski bermain dengan 10 orang, PSIM yang dilatih Jacobus Johannes Martinus tetap menunjukkan disiplin tinggi. Laskar Mataram memilih bermain lebih bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik.
Satu peluang berbahaya sempat tercipta melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang hampir membobol gawang Semen Padang. Beruntung, kiper Rendy Oscario tampil sigap menepis bola.
Tambahan satu poin membuat Semen Padang masih tertahan di zona degradasi, tepatnya posisi ke-16 klasemen sementara BRI Super League musim 2025/2026 dari 24 pertandingan yang telah dimainkan.
Sementara itu, PSIM Yogyakarta tetap bertahan di peringkat kedelapan dan berhasil membawa pulang poin penting dari laga tandang yang tidak mudah.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Semen Padang yang membutuhkan kemenangan demi keluar dari ancaman degradasi. Di sisi lain, PSIM kembali membuktikan ketangguhan mereka dengan mampu mencuri poin meski bermain dengan 10 pemain.



















