Aceh

Warga Aceh Panic Buying BBM Dipicu Pernyataan Bahlil, SPBU Diserbu Warga hingga Antrean Panjang  

Banda Aceh, Infoaceh.net – Gelombang panic buying (pembelian panik dan berlebihan) bahan bakar minyak (BBM) mulai melanda sejumlah daerah di Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh, Kamis (5/3/2026).

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dipadati antrean panjang kendaraan setelah warga khawatir pasokan energi terganggu akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang memicu isu penutupan Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di berbagai SPBU di Banda Aceh.

Kepadatan terlihat di SPBU kawasan Lamnyong, Lambhuk, Jeulingke, Simpang Jam, Lamdingin hingga Ulee Lheue.

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Banyak warga memilih mengisi penuh tangki kendaraan mereka sejak pagi hari sebagai langkah antisipasi.

Di beberapa titik, antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan sehingga menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU.

Pernyataan Menteri ESDM Picu Kepanikan

Kepanikan warga tidak hanya dipicu oleh kabar penutupan jalur pelayaran internasional Selat Hormuz akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, tetapi juga oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebutkan stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran 21 hingga 25 hari.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama setelah informasi tersebut ramai beredar di media sosial.

“Saya baca di media sosial Selat Hormuz ditutup dan pasokan ke Indonesia terhenti. Ditambah lagi info Pak Bahlil soal stok cuma sekitar 20 harian. Jadi saya langsung ikut antre untuk isi penuh,” ujar Rusdi, salah seorang warga yang ditemui di SPBU kawasan Lamnyong.

Kondisi serupa juga dirasakan Murni, seorang mahasiswa di Banda Aceh. Ia mengaku ikut mengantre karena melihat antrean kendaraan yang semakin panjang.

“Saya takut nanti benar-benar tidak kebagian seperti kejadian November lalu. Kabarnya beberapa SPBU sudah mulai kosong, jadi lebih baik antisipasi dari sekarang,” katanya.

Antrean Terlihat di Banyak SPBU

Pantauan di sedikitnya lima SPBU di Kota Banda Aceh menunjukkan antrean kendaraan yang cukup panjang sejak siang hari.

Di SPBU Jalan Syiah Kuala, antrean kendaraan roda empat terlihat dua baris hingga ke badan jalan. Sementara di SPBU Gampong Mulia, antrean kendaraan mengular satu baris dengan didominasi sepeda motor.

Antrean serupa juga terjadi di sejumlah SPBU lainnya seperti Lambhuk Batoh, Kuta Alam, dan Lueng Bata.

“Tadi saya lihat dari jam 11 siang sudah mulai ada antrean panjang,” kata Fauzan, warga Banda Aceh.

Fenomena serupa tidak hanya terjadi di Banda Aceh. Panic buying juga dilaporkan terjadi di wilayah dataran tinggi Gayo, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Di dua daerah tersebut, warga terlihat membawa jeriken berbagai ukuran untuk membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah Mustafa Kamal memastikan stok BBM untuk wilayah tersebut dalam kondisi aman.

Ia mengatakan kapal pengangkut BBM baru saja bersandar untuk memperkuat pasokan menjelang Idul Fitri.

“Untuk wilayah distribusi depot Lhokseumawe, termasuk Aceh Tengah, stok saat ini Pertamax sekitar 1,3 juta liter, Pertalite 4,3 juta liter, dan solar 2,3 juta liter,” kata Mustafa.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena distribusi BBM akan terus dilakukan setiap hari.

“Stok BBM insya Allah aman. Kami berharap masyarakat tidak panic buying karena distribusi ke Aceh Tengah dilakukan secara rutin,” ujarnya.

Menanggapi fenomena panic buying ini, Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan.

Menurutnya, distribusi BBM ke Aceh terus dipantau dan dijaga agar tetap stabil.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan. Stok dijaga tetap aman dengan pola distribusi yang terukur. Tidak perlu panik karena pasokan terus dipantau secara ketat,” ujar Misbah melalui pesan WhatsApp.

Meski demikian, hingga Kamis siang antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Banda Aceh masih terlihat cukup panjang dengan pengawasan dari aparat keamanan guna memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pengisian BBM.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Beri Komentar

Artikel Terkait