Bukber Ala Piknik di Tepi Krueng Aceh, Taman Masjid HKL Jadi Favorit Baru Warga Banda Aceh

Menjelang waktu berbuka puasa pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana berbeda terlihat di Taman Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL), Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.
Hamparan rumput hijau yang biasanya lengang perlahan berubah menjadi ramai tempat berkumpul ratusan warga yang datang membawa tikar, makanan, tentunya bersama keluarga untuk berbuka puasa bersama.
Fenomena ini perlahan menjadi tren baru di kalangan masyarakat. Banyak warga menyebut bukber di taman masjid tersebut seperti “piknik Ramadan”, karena suasananya santai, terbuka dan penuh kebersamaan.
Lokasi ini mulai menjadi perbincangan masyarakat, terutama di media sosial. Banyak warga menyebut Taman Masjid HKL sebagai salah satu lokasi favorit baru yang sedang tren untuk menggelar buka puasa bersama (bukber) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Seperti yang terlihat pada Kamis (5/3/2026), sejak sore hari masyarakat dari berbagai penjuru kota mulai berdatangan. Mereka membawa berbagai perlengkapan sederhana seperti tikar, kotak makanan, hingga minuman segar untuk dinikmati bersama saat azan Magrib berkumandang.
Suasana kebersamaan langsung terasa. Ada yang datang bersama keluarga, sahabat, hingga komunitas kecil.
Anak-anak berlarian di sekitar taman, sementara para orang tua duduk santai menunggu tibanya waktu berbuka.
Hamparan tikar yang tersusun rapi di atas rumput menciptakan pemandangan yang tertib namun tetap hangat. Ada juga warga saling berbagi makanan, bercengkerama, dan menikmati semilir angin sore yang berhembus dari arah sungai Krueng Aceh.
Menjelang waktu berbuka, jumlah warga yang hadir semakin ramai. Banyak di antara mereka mengaku sengaja memilih Taman Masjid HKL karena suasananya yang berbeda dibandingkan tempat bukber di lokasi lain di Banda Aceh.
Selain menjadi ajang berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi antarwarga.
Banyak masyarakat yang mengaku rutin datang setiap Ramadan untuk merasakan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.
Ketika azan Magrib berkumandang dari Masjid Haji Keuchik Leumiek, suasana yang sebelumnya ramai dengan percakapan mendadak menjadi lebih khidmat.
Warga serentak membatalkan puasa dengan hidangan sederhana, mulai dari kurma, kue, minuman segar, hingga makanan berat yang mereka bawa dari rumah.
Meski sederhana, suasana berbuka terasa begitu hangat. Tawa kecil, percakapan ringan, hingga kebersamaan keluarga membuat momen tersebut terasa istimewa.
Salah satu daya tarik utama taman masjid ini adalah lokasinya yang berada sangat dekat dengan aliran sungai Krueng Aceh. Dari taman, warga dapat melihat langsung sungai yang membelah kota Banda Aceh tersebut.
Keindahan pemandangan semakin terasa dengan keberadaan jembatan baru yang menghubungkan kawasan Gampong Lambhuk dengan Masjid Haji Keuchik Leumiek di Gampong Lamseupeung.
Jembatan tersebut menjadi latar pemandangan yang menarik, terutama saat matahari mulai terbenam.
Banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama keluarga maupun teman sebelum berbuka puasa.
Selain pemandangan yang indah, faktor keamanan juga menjadi alasan banyak keluarga memilih taman ini sebagai tempat bukber.
Area taman berada cukup jauh dari arus lalu lintas kendaraan, sehingga relatif aman bagi anak-anak yang bermain.
Untuk menuju taman, pengunjung harus melewati pembatas beton dengan beberapa anak tangga yang memisahkan area taman dari jalan raya.
Pembatas ini membuat orang tua merasa lebih tenang karena anak-anak tidak mudah berlari ke arah jalan.
Hal tersebut membuat suasana taman terasa lebih nyaman bagi keluarga yang membawa anak-anak untuk menikmati waktu berbuka bersama.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Haji Keuchik Leumiek, H Kamaruzzaman HKL SE mengatakan pihaknya menyambut baik masyarakat yang antusias datang dan menjadikan taman masjid sebagai tempat berbuka puasa bersama.
Menurutnya, keberadaan taman memang diperuntukkan sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif, termasuk mempererat silaturahmi selama Ramadan.
“Alhamdulillah kami dari pihak BKM menyambut baik antusias masyarakat yang berbuka puasa di Taman Masjid HKL. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujar Haji Kamaruzzaman yang akrab disapa Bang Memet.
Selain itu, pihak BKM juga telah menyiapkan sekitar 300 paket takjil setiap hari bagi masyarakat yang datang berbuka puasa di kawasan masjid.
Takjil tersebut berupa kue dan minuman segar yang dibagikan kepada warga menjelang waktu berbuka.
Tidak hanya itu, pihak BKM juga memiliki rencana untuk menambah layanan bagi masyarakat pada Ramadan tahun depan.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembagian kanji atau bubur khas Aceh secara gratis bagi warga yang datang berbuka di Masjid HKL.
“Insya Allah Ramadan tahun depan kami berencana menyediakan kanji gratis bagi masyarakat yang berbuka di masjid,” kata Kamaruzzaman.
Kehadiran Taman Masjid Haji Keuchik Leumiek sebagai tempat bukber baru menunjukkan bagaimana ruang publik dapat menjadi pusat kebersamaan masyarakat.
Di tengah kesibukan kota, taman tersebut menjadi tempat sederhana yang menghadirkan suasana hangat Ramadan.
Warga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menikmati momen berbuka bersama.
Cukup membawa tikar dan hidangan sederhana dari rumah, masyarakat sudah dapat merasakan kebersamaan yang mungkin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran kuatnya nilai kebersamaan dan kekompakan masyarakat Aceh dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan.
Di bawah langit senja Banda Aceh, di tepi Krueng Aceh yang mengalir tenang, momen berbuka puasa di Taman Masjid Haji Keuchik Leumiek menjadi cerita kecil tentang hangatnya persaudaraan.