Simpang Tujuh Pasar Ulee Kareng Berubah Jadi Tempat Sampah Rutin, Warga Soroti Kinerja Pemko Banda Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net – Kawasan Simpang Tujuh Pasar Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, kembali menjadi sorotan akibat tumpukan sampah yang terlihat mengular setiap pagi, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 05.30–07.00 WIB.
Puluhan kantong plastik berisi sampah rumah tangga dan limbah pasar diletakkan di atas median jalan, yang seharusnya berfungsi sebagai pembatas lalu lintas.
Fenomena ini hampir setiap hari terjadi dan menjadi pemandangan rutin bagi warga maupun pedagang yang melintas.
Kondisi tersebut dianggap mencoreng wajah Kota Banda Aceh, yang selama ini dikenal sebagai kota bersih.
Tumpukan sampah tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menimbulkan kesan kumuh di kawasan pasar yang padat aktivitas.
Leman, pemilik toko kelontong di kawasan Ulee Kareng, menyayangkan kondisi ini.
“Setiap pagi seperti itu. Sampah ditaruh di tengah jalan sampai panjang. Memang nanti diangkut petugas, tapi tetap saja kelihatan kumuh karena itu kan jalan utama pasar,” ujarnya.
Masyarakat menilai situasi ini menunjukkan lemahnya sistem pengelolaan sampah di Banda Aceh.
Mereka berharap Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh segera menata sistem pembuangan sampah di kawasan pasar, sekaligus meningkatkan kesadaran warga agar median jalan tidak dijadikan tempat penumpukan.
Jika dibiarkan terus, kondisi ini berpotensi merusak citra Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Penataan yang lebih baik dan langkah tegas dari Pemko dianggap perlu agar kawasan pasar tetap bersih, tertata, dan ramah bagi pengunjung maupun warga sekitar.