Panitia Penjaringan Calon Rektor UIN Ar-Raniry Dinilai Tidak Independen

Banda Aceh, Infoaceh.net — Proses penjaringan calon Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry) Banda Aceh periode 2026–2030 mulai menuai sorotan.
Sejumlah pihak menilai panitia penjaringan berpotensi tidak independen karena dipimpin oleh pejabat struktural aktif di lingkungan kampus.
Sorotan tersebut mencuat setelah Prof Muhammad Siddiq Armia PhD secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon rektor di Biro Rektor UIN Ar-Raniry, Senin (16/3/2026).
Ia menjadi kandidat pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia seleksi.
Tim kuasa hukum Prof Siddiq Armia menilai struktur kepanitiaan dalam proses penjaringan perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait posisi Ketua Panitia yang saat ini dijabat oleh Prof Khairuddin, yang juga merupakan Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry.
Kuasa hukum Prof Siddiq Armia, Rahmad Hidayat SH MH, menyebutkan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam proses seleksi.
“Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa ketua penjaringan calon rektor adalah salah satu wakil rektor aktif? Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik interest dan berpotensi memengaruhi independensi proses seleksi,” ujar Rahmad.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut semakin relevan apabila rektor petahana atau pejabat struktural lain di lingkungan kampus juga ikut dalam kontestasi pemilihan rektor.
Rahmad menegaskan bahwa proses pemilihan rektor di perguruan tinggi seharusnya menjunjung tinggi prinsip transparansi, objektivitas, serta independensi panitia agar tidak menimbulkan polemik di kalangan civitas akademika.
Ia juga berharap seluruh tahapan seleksi Rektor UIN Ar-Raniry periode 2026–2030 dapat dilaksanakan secara terbuka dan akuntabel.
“Harapan kami proses seleksi dilakukan secara fair, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara etika maupun moral. Hal ini penting agar hasilnya dapat diterima oleh seluruh insan akademis dan menghindari potensi konflik hukum di kemudian hari,” kata Rahmad.
Sejauh ini, panitia penjaringan calon rektor UIN Ar-Raniry belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut. Proses pendaftaran calon rektor sendiri masih berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi.