Gampong Punie Juara Pawai Takbir Idul Fitri 1447 H di Masjid Raya Banda Aceh 

Banda Aceh, Infoaceh.net — Pengumuman pemenang Musabaqah Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman resmi menobatkan tiga gampong terbaik sebagai peraih juara.

Gampong Punie dari Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, berhasil meraih Juara I setelah tampil memukau dengan konsep pawai yang dinilai paling solid dan kreatif.

Posisi Juara II diraih oleh Pemuda Gampong Neuheun dari Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sementara Juara III disabet oleh Gampong Geuceu Komplek Masjid Al-Hasanah dari Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.

Ketiga peserta tersebut sukses menyisihkan puluhan gampong lainnya melalui proses penilaian ketat oleh dewan hakim yang diketuai Abd. Syukur.

Penilaian mencakup kekompakan lantunan takbir, kreativitas dekorasi kendaraan hias, hingga kedisiplinan barisan selama melintasi rute utama di pusat kota.

Selain juara utama, panitia juga menetapkan Gampong Tibang dari Kecamatan Syiah Kuala sebagai Juara Harapan I, disusul Gampong Miruek Taman dari Kecamatan Darussalam sebagai Juara Harapan II, serta Gampong Lampaloh dari Kecamatan Lueng Bata yang meraih Juara Favorit.

Keberhasilan Gampong Punie yang tampil dengan nomor urut 1 menjadi catatan tersendiri dalam syiar Islam di malam Idul Fitri. Penampilan mereka dinilai mampu memadukan unsur religius dan kreativitas visual secara harmonis.

Proses penjurian dilakukan secara profesional oleh 17 anggota dewan hakim guna memastikan seluruh aspek teknis terpenuhi.

Musabaqah Pawai Takbir ini diharapkan terus menjadi wadah bagi pemuda gampong untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di Bumi Serambi Mekkah.

Sementara itu, suasana malam takbiran di Kota Banda Aceh berlangsung semarak. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kota dan sekitarnya tumpah ruah memadati ruas jalan untuk menyaksikan pawai takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat malam (20/3/2026).

Pawai kreasi tersebut menampilkan beragam nuansa budaya dan religi, termasuk replika unik yang menarik perhatian publik.

Rute pawai dimulai dari depan Masjid Raya Baiturrahman, melintasi Simpang Kodim, Simpang Peuniti, Simpang Surabaya, Jembatan Beurawe, Simpang Jambo Tape, Jalan Tgk. Daud Beureueh, Simpang Lima, hingga kembali ke titik awal.

Peserta pawai terdiri dari iring-iringan kendaraan hias dan pejalan kaki yang membawa obor, sembari melantunkan takbir sepanjang perjalanan.

Kemeriahan ini semakin memperkuat suasana syukur dan kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan.

Plt. Kadis Syariat Islam Aceh, Marzuki, menyebutkan kegiatan pawai diikuti sekitar 750 peserta dengan 15 kendaraan hias.

Pawai takbir ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol kuat syiar Islam yang hidup di tengah masyarakat Aceh, sekaligus ruang ekspresi budaya religius yang terus berkembang dari tahun ke tahun.