Empat Bulan Hilang, Korban Banjir di Aceh Utara Ditemukan Jadi Kerangka di Kebun Warga 

LHOKSUKON, Infoaceh.net – Duka mendalam masih menyelimuti warga Kabupaten Aceh Utara. Setelah empat bulan dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu, seorang korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kebun warga di Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Rabu pagi (25/3/2026).

Korban diketahui bernama Sakdiah (49), seorang petani asal Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Ia sebelumnya dilaporkan hanyut saat banjir bandang melanda kawasan tersebut akhir tahun lalu.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Agus Alfian Halomoan Lubis menjelaskan, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB oleh warga yang tengah berada di kebun miliknya.

“Penemuan bermula saat pemilik kebun melihat adanya tumpukan tanah yang mencurigakan di lahannya. Karena merasa tidak biasa, ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada perangkat gampong,” ujar Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Agus Alfian Halomoan Lubis.

Pemilik kebun bernama Sulaiman kemudian menghubungi Ismail, Wakil Tuha Peut setempat. Bersama anaknya yang berprofesi sebagai bidan, Ismail mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, mereka menemukan kerangka manusia di bawah tumpukan tanah.

Temuan itu segera dilaporkan kepada warga lainnya dan diteruskan ke pihak berwajib.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama anggota Koramil 14 Jambo Aye langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Proses identifikasi dilakukan bersama pihak keluarga korban dengan mencocokkan sejumlah ciri yang masih dapat dikenali.

Hasilnya memastikan bahwa kerangka tersebut adalah Sakdiah, korban banjir bandang yang selama ini dinyatakan hilang.

“Berdasarkan hasil identifikasi bersama keluarga, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang sebelumnya hanyut saat banjir bandang di Gampong Lhok Reudeup,” jelas Kapolsek.

Selanjutnya, jenazah dievakuasi oleh petugas dibantu warga setempat dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah itu, korban segera dimakamkan secara layak.

Peristiwa ini menjadi pengingat duka panjang yang masih dirasakan warga pascabencana banjir bandang di Aceh Utara.

Meski waktu telah berlalu berbulan-bulan, proses pencarian dan kepastian nasib korban tetap menjadi harapan bagi keluarga yang ditinggalkan.