Nama Kapolda dan Pangdam IM Dicatut dalam Papan Bunga Pelantikan Imum Chiek Masjid Abu Indrapuri

Aceh Besar, Infoaceh.net – Beredarnya papan bunga ucapan selamat atas pelantikan dan pengukuhan Imum Chiek Masjid Abu Indrapuri, Aceh Besar, memicu polemik di tengah masyarakat.
Pasalnya, dalam papan bunga tersebut tercantum nama Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Pantauan di lokasi pada Kamis pagi (2/4/2026), papan bunga itu menyebut kedua pimpinan institusi TNI-Polri tersebut mengirimkan ucapan selamat kepada Tgk Zulfa Saputra SE atas pengukuhannya sebagai Imum Chiek Masjid Abu Indrapuri.
Namun, kuasa hukum Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Abu Indrapuri, Nourman Hidayat SH menilai hal tersebut janggal dan tidak masuk akal.
Ia menduga kuat telah terjadi pencatutan nama yang berpotensi menjadi fitnah serius terhadap kedua pejabat tersebut.
“Saya menilai ini tidak masuk akal. Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda adalah figur yang menjaga hukum dan stabilitas daerah. Sangat tidak mungkin mereka terlibat dalam dinamika yang justru berpotensi memecah belah masyarakat. Ini patut diduga sebagai pencatutan dan fitnah,” tegas Nourman, Kamis (2/4).
Lebih lanjut Advokat Nourman mengungkapkan bahwa pada hari yang sama juga direncanakan adanya pengukuhan Imum Chiek atas nama Zulfa Saputra oleh Bupati Aceh Besar, Muharram Idris.
Menurutnya, situasi tersebut bukan lagi sekadar persoalan biasa, melainkan telah mengarah pada potensi pembelahan sosial di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya fitnah, tapi sudah mengarah pada upaya pembelahan dan perpecahan masyarakat. Kondisi sosial yang selama ini kondusif justru sedang diganggu,” ujarnya.
Nourman juga secara tegas menyoroti peran Bupati Aceh Besar dalam dinamika yang berkembang.
Ia menilai terdapat indikasi yang mengarah pada tindakan provokatif.
“Saya melihat ada indikasi kuat bahwa Bupati bertindak sebagai provokator dalam situasi ini. Ini sangat berbahaya karena membuka ruang terjadinya konflik sosial,” lanjutnya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya mendesak Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencatutan nama tersebut, sekaligus mengambil langkah tegas guna menjaga stabilitas keamanan.
“Saya minta Polda dan Kodam segera bertindak. Amankan situasi dan selidiki dugaan fitnah ini. Jangan sampai konflik benar-benar terjadi,” tutup Nourman.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius semua pihak agar stabilitas, persatuan, dan ketertiban masyarakat di Aceh tetap terjaga.
Dari informasi yang diperoleh di lokasi, pada Kamis pagi kedua papan bunga ucapan selamat dari Kapolda dan Pangdam IM itu telah dipindahkan oleh aparat Polsek dan Koramil setempat.