Bantah Isu Menyerah, Satgas PRR Pastikan Pembersihan Lumpur Pascabanjir Aceh Terus Berjalan, 480 Titik Tuntas

Banda Aceh, Infoaceh.net – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh menegaskan proses pembersihan lumpur pascabanjir masih terus berlangsung secara intensif dan menunjukkan progres signifikan di lapangan.

Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan klarifikasi atas informasi yang beredar di media sosial yang menyebut pemerintah menyerah dalam penanganan dampak banjir.

Menurut Safrizal, narasi tersebut muncul akibat kesalahpahaman terhadap pernyataannya yang menyebut kondisi penanganan “berat”.

“Berat bagi kami berarti harus bekerja lebih keras dan tetap pantang menyerah. Ini bukan pekerjaan instan, tetapi proses yang terus kami tuntaskan dengan semangat positif,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data operasional Satgas, dari total 519 titik terdampak di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan secara menyeluruh.

Sementara itu, 39 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Lokasi tersebut umumnya berada di kawasan permukiman padat dan saluran drainase sempit yang membutuhkan penanganan manual secara lebih detail.

Untuk mempercepat penyelesaian, Satgas terus memperkuat dukungan personel di sejumlah wilayah prioritas.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, personel Praja IPDN dikerahkan untuk membantu pembersihan fasilitas umum dan lingkungan warga.

Selain itu, program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II juga terus berjalan dengan melibatkan masyarakat terdampak.

Di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini melibatkan 392 peserta yang terdiri dari 300 warga, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta 12 personel TNI/Polri.

“Pelaksanaan tahap pertama berlangsung pada 6–8 April dan akan dilanjutkan kembali pada 14–17 April. Ini menunjukkan sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Safrizal juga memastikan bahwa penanganan infrastruktur vital dan jalan nasional pada tahap pertama telah rampung 100 persen sejak Januari lalu.

Saat ini, fokus Satgas diarahkan pada percepatan pembersihan lingkungan permukiman agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh atau menyesatkan di media sosial.

“Data yang kami sampaikan adalah fakta di lapangan. Kami akan terus bekerja hingga seluruh titik benar-benar tuntas. Mari tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berikutnya,” pungkasnya.

Pemerintah berharap percepatan pembersihan lumpur ini menjadi langkah awal menuju pemulihan menyeluruh di wilayah terdampak, sekaligus mempercepat bangkitnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh.