Asrama Polisi Lamteumen Dibangun Kembali Usai Terbakar 2024

Banda Aceh , Infoaceh.net — Setelah hampir dua tahun pasca musibah kebakaran, pembangunan kembali Asrama Polisi (Aspol) Lamteumen akhirnya resmi dimulai.

Langkah ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) Asrama Polisi Lamteumen II oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, di kawasan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Senin (13/4/2026).

Kapolda menegaskan bahwa pembangunan asrama ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam memenuhi hak dasar personel Polri, khususnya terkait tempat tinggal yang layak. Menurutnya, kesejahteraan anggota menjadi fondasi penting dalam menjaga kinerja dan kekuatan organisasi.

“Pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan semangat kerja anggota. Jika anggota berada dalam kondisi optimal, maka pelaksanaan tugas di lapangan juga akan berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejak kebakaran yang terjadi pada Agustus 2024, lokasi asrama belum tersentuh pembangunan hingga akhirnya direalisasikan kembali pada tahun ini.

Pembangunan ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian anggota Polri di Aceh.

Pada tahap awal, sebanyak 10 unit rumah dinas tipe 90 akan dibangun dengan desain yang lebih representatif dan sesuai kebutuhan masa kini.

Selain itu, satu unit rumah dinas yang sebelumnya difungsikan sebagai Mess Seulanga di Aspol Lamteumen I juga termasuk dalam daftar bangunan yang terdampak kebakaran.

Peristiwa kebakaran tersebut tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai lebih dari Rp653 juta.

Kondisi ini menjadi dasar penting bagi percepatan pembangunan kembali sarana hunian bagi personel.

“Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan anggota memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas secara optimal,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada hunian, proyek ini juga mencakup pembangunan satu unit fasilitas pendukung berupa gedung kantor unit usaha sekaligus kantor Yayasan Keumala Bhayangkari Daerah Aceh.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendorong kemandirian organisasi serta memperkuat ekonomi keluarga besar Polri.

Kapolda juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek agar mengedepankan kualitas pekerjaan serta memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang tepat waktu dan sesuai perencanaan agar hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan ini. Semoga setiap kontribusi yang diberikan menjadi amal ibadah,” pungkasnya.