Jabatan Strategis Brigjen Mahesa Fitriadi di Kodam IM, Bukti Kepercayaan Negara kepada Putra Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net – Penunjukan Brigjen TNI Mahesa Fitriadi sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam Iskandar Muda (IM) menjadi sorotan publik sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran institusi TNI di wilayah Aceh.
Pelantikan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai rotasi jabatan semata, tetapi juga sebagai bukti kepercayaan negara terhadap kapasitas, integritas, serta rekam jejak pengabdian seorang putra daerah Aceh yang telah teruji dalam berbagai penugasan.
Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh sekaligus mantan Anggota DPRK Pidie, M. Isa Alima, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas amanah baru yang diberikan kepada Brigjen Mahesa Fitriadi.
“Selamat dan sukses kepada Brigjen TNI Mahesa Fitriadi atas jabatan baru sebagai Kapoksahli Pangdam Iskandar Muda. Ini adalah kepercayaan besar dari negara yang harus dijaga dengan dedikasi, ketulusan, dan komitmen tinggi dalam mengabdi kepada bangsa dan daerah,” ujar Isa Alima, Ahad (12/4/2026).
Menurutnya, kehadiran putra Aceh dalam posisi strategis di lingkungan Kodam Iskandar Muda merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
Selain itu, hal ini juga menjadi harapan baru dalam memperkuat stabilitas daerah serta mendorong sinergi antara aparat dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Aceh.
Ia menilai, sosok Brigjen Mahesa Fitriadi yang berasal dari Lamlo, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, merupakan contoh nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan pengabdian yang tulus akan berbuah kepercayaan yang lebih besar dari negara.
“Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh bahwa dengan dedikasi dan integritas, peluang untuk berkontribusi di tingkat nasional terbuka lebar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Isa Alima berharap agar amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, serta tetap menjaga marwah institusi TNI sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran pejabat strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Semoga ia terus menjadi perekat persatuan, menjaga kehormatan institusi, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Aceh,” katanya.
Isa Alima menegaskan bahwa keberhasilan seorang putra daerah bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan cerminan harapan seluruh masyarakat Aceh untuk terus maju dengan martabat dan kehormatan.
Dengan bertambahnya putra Aceh yang dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat nasional, diharapkan peran daerah dalam pembangunan semakin kuat, sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dalam setiap langkah pengabdian.