Aset BPRS Mustaqim Aceh Capai Rp240 Miliar, Raih Laba Rp4,3 Miliar Tahun 2025

Banda Aceh, Infoaceh.net — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 PT BPR Syariah Mustaqim Aceh yang berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (13/4/2026).

Rapat strategis tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, Direktur Utama PT BPRS Mustaqim Aceh Raisul Mukhlis dan jajaran direksi, serta Komisaris Utama Azhari.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem menyampaikan kinerja PT BPRS Mustaqim Aceh sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari capaian pembiayaan yang berhasil disalurkan kepada masyarakat yang mencapai Rp175,4 miliar.

Selain itu, perusahaan juga mencatatkan total laba sebesar Rp4,3 miliar, dengan total aset yang kini telah menembus Rp240 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa BPRS Mustaqim Aceh terus berkembang sebagai salah satu lembaga keuangan syariah yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah, khususnya dalam sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Capaian ini patut kita apresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana ke depan BPRS Mustaqim Aceh mampu terus meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, memperluas jangkauan layanan, dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian serta profesionalisme,” ujar Mualem dalam arahannya.

Saat ini, PT BPRS Mustaqim Aceh diketahui telah memiliki jaringan layanan yang cukup luas, terdiri dari satu kantor pusat, 15 kantor cabang, dan tujuh kantor kas yang tersebar di berbagai wilayah di Aceh.

Keberadaan jaringan ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan keuangan berbasis syariah.

Direktur Utama PT BPRS Mustaqim Aceh, Raisul Mukhlis, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan berbagai inovasi dan penguatan kelembagaan guna meningkatkan daya saing perusahaan.

Ia juga menegaskan komitmen untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah. Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Komisaris Utama Azhari menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Ia juga mengingatkan agar manajemen tetap adaptif terhadap dinamika ekonomi dan tantangan sektor keuangan yang terus berkembang.

Dalam arahannya, Mualem juga berharap agar PT BPRS Mustaqim Aceh mampu menjadi lembaga keuangan syariah yang semakin maju, sehat, dan profesional.

Ia mendorong perusahaan untuk terus memperluas layanan kepada masyarakat, terutama di sektor-sektor produktif yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

“BPRS Mustaqim Aceh harus hadir sebagai solusi keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Perannya sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Aceh,” tegasnya.

RUPS tersebut juga menjadi momentum evaluasi kinerja perusahaan selama satu tahun terakhir, sekaligus menetapkan arah kebijakan strategis untuk tahun mendatang.

Pemerintah Aceh sebagai pemegang saham utama menaruh harapan besar agar BPRS Mustaqim Aceh dapat terus berkontribusi dalam memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis syariah.

Dengan capaian aset Rp240 miliar, BPRS Mustaqim Aceh diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga keuangan syariah yang terpercaya dan berdaya saing, serta menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.