Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur: Korban 14 Tewas, 84 Luka-luka

Bekasi, Infoaceh.net — Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang.
Sementara itu, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB mencatat 14 korban meninggal dunia.
“Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).
PT KAI memastikan seluruh korban mendapat penanganan maksimal.
Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
“KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan,” lanjut Bobby.
Selain itu, KAI juga menyampaikan barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan kini berada di layanan lost and found.
Pendataan barang dilakukan bersama pihak kepolisian guna mendukung proses identifikasi dan penanganan lanjutan.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan investigasi mengusut insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
“Kemudian juga dalam kesempatan itu beliau (Prabowo) didampingi oleh Menteri Perhubungan dan Dirut PT KAI berdiskusi singkat dan mendapatkan laporan mengenai kejadian tadi malam dan beliau memerintahkan dilakukan beberapa langkah investigasi, tentu harus dilakukan,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi, Selasa (28/4).
Selain itu, Prasetyo menyebut Prabowo juga meminta sejumlah langkah antisipasi agar insiden seperti ini tak terjadi lagi.
Prasetyo menyebut Prabowo sempat memeriksa tahun produksi kereta milik Indonesia.
“Dan juga beliau memutuskan untuk kita diminta menangani kurang lebih ada 1800 perlintasan kereta api yang harus dijaga atau dibuatkan semacam flyover untuk memastikan jalur-jalur persimpangan atau perlintasan kereta api tersebut aman dari potensi terjadinya kecelakaan,” ujar dia.
Selain itu, Pras juga menyebut bahwa Prabowo meminta agar seluruh korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur mendapatkan perawatan yang optimal.
Terpisah, Prabowo menjanjikan kompensasi bagi para korban saat menjenguk di RSUD Bekasi. Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden semalam.
Kecelakaan kereta KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB.