Owner Daycare Baby Preneur Minta Maaf Usai Terjadinya Penganiayaan Bayi

Banda Aceh, Infoaceh.net — Owner Daycare Baby Preneur, Husaini, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya para orang tua, menyusul terjadinya kasus penganiayaan terhadap bayi di lingkungan daycare tersebut kawasan Gampong Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.
Permohonan maaf itu disampaikan melalui pernyataan resmi manajemen yang beredar luas di media sosial.
Dalam pernyataannya, Husaini mengaku menyesalkan kejadian tersebut dan memahami keresahan serta kekhawatiran yang dirasakan para orang tua.
“Kami selaku manajemen Daycare Baby Preneur menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya terhadap kejadian yang terjadi,” demikian pernyataan tersebut dikutip, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan pihaknya baru dapat memberikan keterangan resmi karena menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Husaini juga menegaskan bahwa para pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, telah diberhentikan secara tidak hormat.
Saat ini tengah menjalani proses hukum oleh pihak kepolisian.
“Pelaku sudah diberhentikan secara tidak terhormat dan saat ini dalam penyelidikan kepolisian,” lanjutnya.
Selain itu, Husaini menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak memiliki kaitan dengan TK Khalifah Aceh 3 maupun jaringan Khalifah secara nasional.
Ia menyebutkan bahwa Daycare Baby Preneur dan TK Khalifah Aceh 3 merupakan dua unit yang berbeda, baik dari sisi manajemen, operasional, maupun lokasi.
“Kejadian tersebut tidak ada kaitannya dan tidak berada di bawah manajemen TK Khalifah Aceh 3,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihak manajemen menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan berkomitmen mendukung setiap langkah hukum yang diambil.
Husaini juga mengungkapkan bahwa para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia memastikan manajemen akan bertanggung jawab penuh serta melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini dan melakukan evaluasi agar hal serupa tidak terulang,” ujarnya.
Di sisi lain, ia turut menjelaskan bahwa informasi terkait kejadian tersebut menjadi viral juga karena adanya keterbukaan pihak manajemen kepada orang tua sejak awal peristiwa terjadi.
Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan anak di tempat penitipan.
Banyak pihak mendesak agar pengawasan terhadap daycare diperketat serta standar perlindungan anak diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang.