Said Mulyadi Ditunjuk Jadi Kepala Humas Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh, Infoaceh.net — Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Tgk H Muhammad Ali atau akrab disapa Abu Paya Pasi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada tiga Wakil Imam Besar dan seorang Kepala Humas dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat, Jum’at malam, 1 Mei 2026.
Dalam keputusan tersebut, mantan Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi ditunjuk sebagai Kepala Humas Masjid Raya Baiturrahman.
Selain itu, turut ditetapkan Tgk. Ishak Lamkawe (Abi Lamkawe) sebagai Wakil I Imam Besar, Tgk Habibie Muhibbuddin Waly STH (Abuya Habibie Waly) sebagai Wakil II Imam Besar, serta Dr H A. Mufakhir Muhammad sebagai Wakil III Imam Besar.
Penyerahan SK dilakukan usai pelaksanaan pengajian umum yang rutin digelar di masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.
Momentum ini menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan pelayanan keagamaan di Masjid Raya Baiturrahman.
Dalam sambutannya, Abu Paya Pasi menekankan pentingnya peran strategis para Wakil Imam Besar dan Humas yang baru menerima SK, khususnya dalam menjaga marwah masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan syiar Islam di Aceh.
Ia berharap seluruh jajaran yang ditunjuk dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Sementara itu, penunjukan Said Mulyadi sebagai Kepala Humas dinilai sebagai langkah tepat mengingat pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan dan politik.
Sosok yang akrab disapa Waled tersebut dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik serta jaringan luas di berbagai kalangan masyarakat.
Said Mulyadi sendiri merupakan tokoh politik dari Partai Aceh. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pidie Jaya selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2023, mendampingi Aiyub Abbas.
Selanjutnya, ia dipercaya Plt Bupati dan kemudian menjabat sebagai Bupati Pidie Jaya pada periode 2023–2024.
Pria kelahiran Ulee Glee, Pidie Jaya, 31 Desember 1963 itu diharapkan mampu memperkuat fungsi kehumasan masjid, terutama dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif, serta menjalin komunikasi dengan masyarakat luas.
Dengan susunan kepengurusan baru ini, Masjid Raya Baiturrahman diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, sekaligus menjadi simbol kebanggaan umat Islam di Aceh.