Terima Audiensi BEM USK, Irwansyah Dorong Mahasiswa Respons Isu JKA, Tambang hingga Kelangkaan Obat RSUZA

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST menerima audiensi pengurus BEM Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026 di ruang kerjanya, Gedung DPRK Banda Aceh, Kamis (7/5/2026). Pertemuan membahas berbagai isu strategis Aceh mulai dari JKA, dana otsus, pertambangan hingga persoalan layanan kesehatan. Foto: Ist/Infoaceh.net

Infoaceh.net – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah menerima kunjungan audiensi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM USK) periode 2026 di ruang kerjanya di Lantai III Gedung DPRK Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi antara jajaran pengurus BEM USK dengan pimpinan legislatif Kota Banda Aceh terkait berbagai isu strategis yang berkembang di Aceh.

Irwansyah mengaku bangga dapat menerima pengurus BEM kampus terbesar di Aceh tersebut. Sebagai mantan aktivis mahasiswa dan pernah menjadi bagian dari kepengurusan BEM, ia membagikan sejumlah pengalaman serta masukan kepada para mahasiswa.

“Dengan penuh bangga dan senang saya menerima adik-adik dari BEM USK yang dipimpin Ketua Umum BEM USK 2026 bersama jajaran pengurus harian,” kata Irwansyah.

Dalam pertemuan itu, ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengkaji dan merespons persoalan-persoalan publik yang sedang menjadi perhatian masyarakat Aceh.

Menurutnya, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya menjalankan agenda internal kampus, tetapi juga harus hadir dalam ruang advokasi dan pengawalan kebijakan publik.

Beberapa isu yang disorot Irwansyah antara lain keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), tata kelola sektor pertambangan, penggunaan dana otonomi khusus (Otsus), rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, hingga persoalan kelangkaan obat di RSUD dr. Zainoel Abidin.

“Bagaimana mengkaji isu itu dan bagaimana menyikapinya tentu menjadi ranah mereka dengan independensi yang dimiliki. Tetapi advokasi dan kebijakan harus tetap diberikan secara maksimal. Rakyat Aceh menunggu kerja-kerja semua pihak, termasuk pembelaan dari mahasiswa kampus jantong hatee Aceh, USK,” ujarnya.

Selain membahas isu publik, pengurus BEM USK juga menyampaikan sejumlah program kerja yang dirancang selama periode kepengurusan 2026.

Beberapa agenda disebut membutuhkan kolaborasi dengan DPRK Banda Aceh, baik dalam bentuk dukungan materi, diskusi kebijakan, motivasi kepemimpinan, maupun penguatan kapasitas organisasi mahasiswa.

Di akhir pertemuan, pengurus BEM USK turut mengundang Irwansyah untuk menjadi pemateri dalam kegiatan upgrading kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal sinergi antara DPRK Banda Aceh dan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan pembangunan dan kepentingan masyarakat Aceh.