BNNP Aceh Ungkap Ancaman Narkoba Jenis Baru, Disamarkan dalam Vape

Lhokseumawe, Infoaceh.net — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol Dedy Tabrani mengungkapkan ancaman peredaran narkotika di Aceh kini semakin kompleks dengan munculnya New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif jenis baru yang kerap disamarkan dalam bentuk vape ilegal.
Hal tersebut disampaikan Brigjen Pol Dedy Tabrani saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagai Strategi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Aceh yang digelar Universitas Malikussaleh, Rabu (20/5/2026), di Aula FISIP Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.
Menurut Dedy, pola peredaran narkotika saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Jaringan pengedar tidak lagi hanya mengandalkan jalur konvensional, tetapi juga memanfaatkan jalur laut internasional, transaksi daring (online), hingga penggunaan mata uang digital untuk menghindari pelacakan aparat penegak hukum.
“Ancaman narkoba kini semakin berkembang dan sulit dideteksi. Bahkan, muncul zat psikoaktif baru atau NPS yang disamarkan dalam bentuk vape ilegal. Ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan kewaspadaan bersama,” ujar Dedy.
Ia menegaskan, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya bertumpu pada penindakan hukum semata, melainkan harus diperkuat melalui langkah-langkah pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Untuk itu, BNNP Aceh terus memperkuat berbagai program unggulan pencegahan, di antaranya Gampong Bersinar (Bersih Narkoba), ANANDA Bersinar, Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), hingga layanan rehabilitasi berbasis komunitas.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga, sekolah, kampus, masyarakat, hingga pemerintah harus menjadi benteng utama dalam menyelamatkan generasi muda Aceh dari ancaman narkotika,” katanya.
FGD tersebut turut dihadiri Kapolres Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe, Kepala BNNK Lhokseumawe, Kepala BNNK Bireuen, jajaran pimpinan universitas, para dekan, dosen, unsur Forkopimda, organisasi mahasiswa, serta elemen masyarakat.
Sementara Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra dalam sambutannya menyampaikan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi penguat semangat persatuan dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman narkoba melalui pendidikan serta penguatan karakter generasi muda.
“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi semua pihak dalam menghadapi ancaman narkoba, terutama melalui pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Malikussaleh dan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe bersama BNNP Aceh sebagai bentuk penguatan sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba di Aceh.