Momen Harkitnas, PW Al Washliyah Aceh Luncurkan Pengajian Pemuda

Banda Aceh, Infoaceh.net — Pengurus Wilayah (PW) Al Jam’iyatul Washliyah Aceh meluncurkan program pengajian khusus bagi generasi muda Al Washliyah sebagai upaya memperkuat syiar dakwah dan konsolidasi organisasi di kalangan pemuda.

Kegiatan tersebut digelar di Markaz Dakwah Al Washliyah, kawasan Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (20/5/2026).

Peluncuran pengajian itu bertepatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei, yang dinilai menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat kader muda dalam melanjutkan perjuangan dakwah organisasi.

Ketua PW Al Washliyah Aceh, Prof Dr Ridwan Nurdin MCL yang juga menjabat Rektor IAIN Takengon, Aceh Tengah, dalam arahannya menegaskan pentingnya kebangkitan kader dan barisan muda Al Washliyah untuk terus aktif berdakwah di tengah perubahan zaman, khususnya di era digital.

Menurut Ridwan, Al Jam’iyatul Washliyah yang lahir pada 30 November 1930, jauh sebelum Indonesia merdeka, sejak awal telah menempatkan dakwah sebagai misi utama organisasi.

“Al Washliyah lahir sebelum kemerdekaan Indonesia dan sejak awal sangat menekankan aspek dakwah sebagai ruh perjuangan organisasi. Karena itu, kader muda harus bangkit dan terus mengambil peran dalam menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat,” ujar Ridwan.

Ia juga menyampaikan bahwa peluncuran pengajian tersebut memiliki makna simbolis karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Menurutnya, momentum itu menjadi pengingat penting bahwa generasi muda harus mengambil bagian dalam membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan organisasi.

Ketua Panitia Pelaksana, Tgk Basri MY, dalam laporannya menjelaskan bahwa pengajian tersebut terbuka untuk umum dan direncanakan berlangsung secara rutin sebanyak dua kali dalam sebulan.

“Pengajian ini terbuka bagi siapa saja. Nantinya kita akan mengupas isu-isu penting, aktual, dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Basri.

Pada kajian perdana, panitia mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Dakwah Al Washliyah di Era Digital”, yang dinilai relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan tantangan dakwah modern.

Sekretaris PW Al Washliyah Aceh, Dr Akhyar M Ali menyampaikan tujuan utama digelarnya pengajian tersebut adalah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi internal organisasi.

Menurut Akhyar, agenda ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar Al Washliyah yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 di Jakarta.

“Pengajian ini murni untuk mempererat silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Menjelang Muktamar pada Juli mendatang di Jakarta, kami membuka ruang bagi siapa saja untuk bergabung dan ikut memperkuat Al Washliyah,” ujarnya.

Akhyar mengungkapkan bahwa PW Al Washliyah Aceh saat ini sedang memfinalisasi pembangunan sekretariat sekaligus pusat dakwah Al Washliyah di kawasan Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Kegiatan pengajian perdana itu berlangsung hangat dan mendapat sambutan antusias dari peserta.

Paparan Prof Ridwan Nurdin dinilai menarik karena diselingi humor segar yang membuat suasana kajian lebih hidup dan interaktif.

Di akhir kegiatan, Ketua PW Al Washliyah Aceh kembali mengajak seluruh kader muda agar aktif mengikuti pengajian tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas syiar dakwah organisasi.

“Pengajian ini harus menjadi wadah lahirnya kader-kader dakwah muda Al Washliyah agar syiar Islam dan dakwah Al Washliyah terus membahana, tidak hanya di Aceh tetapi hingga ke seluruh dunia,” pungkasnya.