USK Perkuat Pemanfaatan Google AI untuk Pembelajaran dan Riset

Banda Aceh, Infoaceh.net — Universitas Syiah Kuala (USK) terus mempertegas komitmennya dalam transformasi digital pendidikan tinggi dengan memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Langkah ini ditandai melalui workshop bertajuk “The Future of Learning: Pemanfaatan Google AI Tools” yang digelar di Aula FMIPA USK, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan dan Bisnis USK, Dr Ramzi Adriman ST MSc dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara USK, Google Indonesia, serta Indosat sebagai mitra dalam penguatan ekosistem pembelajaran digital di lingkungan kampus.

Hadir sebagai pemateri utama, Kristianto SH MPP selaku Customer Success Manager for Higher Education Google for Education Indonesia yang memaparkan berbagai potensi pemanfaatan perangkat berbasis AI untuk mendukung proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Dr Ramzi menyampaikan, sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang mengelola lebih dari 30 ribu mahasiswa, akselerasi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi tata kelola pendidikan, layanan akademik, hingga riset.

Menurutnya, pemanfaatan platform seperti Gemini AI maupun NotebookLM membuka peluang besar dalam memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, terutama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Pemanfaatan inovasi seperti Google AI Tools, baik Gemini AI maupun NotebookLM, menjadi peluang besar dalam memperkuat pilar Tridarma Perguruan Tinggi USK,” ujar Dr. Ramzi.

Ia menegaskan, implementasi teknologi AI di lingkungan USK memiliki dasar kebijakan yang jelas melalui SKB 7 Menteri Nomor 400.1-492 Tahun 2026.

Dalam penerapannya, kampus mengedepankan pendekatan human-centered, yakni menempatkan AI sebagai alat bantu untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan peran dosen.

Karena itu, penggunaan AI juga harus berjalan beriringan dengan prinsip etika, keamanan data pribadi, serta penguatan nalar kritis sivitas akademika.

“Penggunaan AI wajib memenuhi prinsip etis serta keamanan data pribadi. Hasil keluaran AI juga tidak boleh ditelan mentah-mentah karena validasi ilmiah oleh manusia tetap memegang otoritas tertinggi,” katanya.

Lebih jauh, Dr Ramzi menilai kehadiran AI turut menuntut perubahan pendekatan pembelajaran dan evaluasi di ruang kelas.

Sistem penilaian, kata dia, tidak lagi dapat bertumpu pada hasil akhir berupa teks atau dokumen semata yang rentan dimanipulasi dengan bantuan AI.

Sebagai gantinya, USK mendorong penguatan metode penilaian autentik dan Project-Based Learning (PBL) melalui interaksi langsung, evaluasi proses, hingga pengujian kemampuan berpikir reflektif mahasiswa guna menjaga orisinalitas pemikiran akademik.

USK juga mulai memperkuat akses terhadap ekosistem digital berbasis Google AI melalui akun institusi resmi @usk.ac.id, sehingga pemanfaatannya berlangsung secara terstruktur, aman, dan sesuai regulasi nasional.

Selain itu, kampus turut mendorong dosen untuk meningkatkan kompetensi digital melalui program sertifikasi Gemini Certified Faculty sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pengajaran dan riset menuju target USK sebagai universitas kelas dunia.

“Pilihan raihan sertifikasi Gemini Certified Faculty bagi para dosen harus dijadikan pemantik untuk meningkatkan kualitas riset dan pengajaran kita di kancah global menuju USK World Class University,” tegasnya.

Workshop ini diikuti unsur pimpinan lembaga, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta berbagai unsur sivitas akademika lainnya.

Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis mengenai masa depan pembelajaran digital yang tetap menjunjung hukum, etika, dan integritas akademik di era kecerdasan buatan.