Belanja Publikasi Aceh Besar 2026 Menguat, Paket Media dan Promosi Daerah Tembus Miliaran Rupiah

Aceh Besar, Infoaceh.net — Aktivitas belanja publikasi dan penyebarluasan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tahun anggaran 2026 mulai menunjukkan pergerakan.
Sejumlah paket yang berkaitan dengan media, promosi daerah, kampanye informasi publik hingga promosi wisata telah masuk dalam realisasi pengadaan dan dikerjakan oleh berbagai perusahaan media serta penyedia jasa publikasi.
Penelusuran terhadap data realisasi menunjukkan sebagian besar paket berada pada rentang nilai mendekati Rp100 juta hingga hampir Rp200 juta per kegiatan.
Paket tersebut tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah, terutama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), hingga instansi teknis lain yang menjalankan program sosialisasi.
Salah satu nilai tertinggi muncul pada paket penyebarluasan informasi melalui media cetak milik Diskominfo Aceh Besar dengan nilai sekitar Rp199,74 juta. Paket tersebut tercatat dikerjakan oleh perusahaan Berita Aceh Pos.
Pada sektor promosi wisata, Media Haba Rakyat tercatat menangani dua paket sekaligus. Paket pertama berkaitan dengan promosi objek wisata bahari senilai sekitar Rp199,57 juta, sementara paket promosi destinasi wisata pemandian tercatat mencapai Rp199,24 juta.
Diskominfo Aceh Besar juga merealisasikan paket pariwara media cetak untuk promosi kegiatan pemerintah dengan nilai sekitar Rp129,53 juta yang dikerjakan oleh Konten Aktual Media.
Selain tiga perusahaan tersebut, sejumlah nama lain juga muncul dalam realisasi belanja publikasi dan informasi daerah, antara lain Media Pos Aceh, Kabar Nanggroe Sejahtera, serta Mata Oke Multimedia yang menangani berbagai kegiatan penyebarluasan informasi dan dukungan publikasi program pemerintah.
Belanja publikasi itu tidak hanya difokuskan untuk pemberitaan kegiatan pemerintahan. Sebagian paket diarahkan untuk promosi destinasi wisata, kampanye kesehatan masyarakat, penyebaran informasi lingkungan hidup, sosialisasi ketahanan pangan, hingga publikasi program pengendalian rokok ilegal.
Dari akumulasi awal paket yang memuat unsur publikasi, media, iklan layanan informasi, promosi dan penyebarluasan program, nilai realisasi sementara diperkirakan telah menembus sekitar Rp2,4 miliar.
Pola anggaran ini memperlihatkan bahwa sektor media dan publikasi masih menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam menyampaikan program, meningkatkan promosi daerah, sekaligus mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.
Namun demikian, realisasi tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat pelaksanaan anggaran Kabupaten Aceh Besar tahun 2026 masih berlangsung dan sejumlah paket lain belum seluruhnya masuk dalam data realisasi akhir.