Rp13 Miliar Mengalir ke 10 Penyedia Teratas, Peta Pengadaan Pidie 2026 Mulai Terbaca

Infografik distribusi nilai pengadaan Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2026. Grafik dan visualisasi data dibuat menggunakan bantuan AI dan ChatGPT untuk mendukung penyajian informasi jurnalistik. Data diolah dari sumber terbuka yang tersedia pada sistem pengadaan pemerintah. (Grafis: Infoaceh.net)

Pidie, Infoaceh.net – Peta belanja pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2026 mulai menunjukkan pola yang menarik untuk dicermati.

Di tengah keterlibatan puluhan perusahaan dalam proyek pemerintah daerah, sebagian besar nilai pekerjaan ternyata terkonsentrasi pada sejumlah penyedia tertentu.

Hasil analisis terhadap data realisasi pengadaan hingga akhir Mei 2026 memperlihatkan total 269 paket pekerjaan telah terealisasi dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp26,55 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 penyedia tercatat terlibat dalam berbagai kegiatan pengadaan yang tersebar di sejumlah satuan kerja.

Namun distribusi nilai pekerjaan belum sepenuhnya tersebar merata. Data menunjukkan sepuluh penyedia dengan nilai kontrak terbesar menguasai lebih dari Rp13 miliar atau mendekati separuh dari total nilai pengadaan yang telah terealisasi tahun ini.

Dunia Barusa menjadi penyedia dengan nilai kontrak terbesar. Perusahaan tersebut memperoleh tiga paket pekerjaan dengan total nilai sekitar Rp2,49 miliar. Posisi berikutnya ditempati Bernofarm yang mengantongi sekitar Rp1,59 miliar dari 10 paket pekerjaan.

Sementara itu, Mindray Medical Indonesia tercatat memperoleh kontrak senilai sekitar Rp1,46 miliar dari satu paket pekerjaan. Nilai serupa juga terlihat pada PT Cakra Kejora Mandiri yang membukukan kontrak sekitar Rp1,45 miliar dari dua paket kegiatan.

Daftar penyedia dengan nilai kontrak besar lainnya diisi Abadi Makmur Bersama sebesar Rp1,31 miliar, Kimia Farma Trading & Distribution Rp1,15 miliar, Sinar Harapan Bersaudara Rp1 miliar, Dankos Farma Rp897 juta, Alexa Medika Rp870 juta, serta Dexa Medica sebesar Rp842 juta.

Selain nilai kontrak, data juga menunjukkan adanya penyedia yang cukup dominan dari sisi jumlah pekerjaan.

Dexa Medica tercatat memperoleh 14 paket, menjadi yang terbanyak di antara seluruh penyedia. Hexpharm Jaya Laboratories mengikuti dengan 13 paket, sedangkan Abadi Makmur Bersama memperoleh 11 paket. Bernofarm dan Endo Medica Nusantara masing-masing mendapatkan 10 paket pekerjaan.

Menariknya, sebagian besar perusahaan yang masuk daftar teratas berasal dari sektor farmasi dan alat kesehatan. Kondisi ini mencerminkan tingginya porsi belanja pemerintah daerah pada kebutuhan kesehatan sepanjang periode pengadaan yang telah berjalan.

Fenomena terkonsentrasinya nilai kontrak pada sejumlah penyedia bukanlah sesuatu yang otomatis menunjukkan adanya pelanggaran.

Dalam praktik pengadaan pemerintah, kondisi tersebut dapat terjadi karena spesifikasi barang, kapasitas penyedia, kebutuhan teknis, hingga ketersediaan produk tertentu di pasar.

Meski demikian, pola distribusi paket dan nilai kontrak tetap menjadi bagian penting dalam pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran daerah.

Transparansi data pengadaan memungkinkan masyarakat melihat bagaimana belanja pemerintah didistribusikan dan sejauh mana peluang usaha terbuka bagi berbagai pelaku usaha.

Dengan masih berlangsungnya tahun anggaran 2026, komposisi penerima kontrak diperkirakan masih dapat berubah seiring bertambahnya paket pekerjaan yang dilelang maupun dibeli melalui sistem pengadaan pemerintah.

10 Penyedia dengan Nilai Kontrak Terbesar di Pidie Tahun 2026

  1. Dunia Barusa — Rp2,49 miliar
  2. Bernofarm — Rp1,59 miliar
  3. Mindray Medical Indonesia — Rp1,46 miliar
  4. PT Cakra Kejora Mandiri — Rp1,45 miliar
  5. Abadi Makmur Bersama — Rp1,31 miliar
  6. Kimia Farma Trading & Distribution — Rp1,15 miliar
  7. Sinar Harapan Bersaudara — Rp1 miliar
  8. Dankos Farma — Rp897 juta
  9. Alexa Medika — Rp870 juta
  10. Dexa Medica — Rp842 juta

 

 

Catatan Redaksi:
Data dalam artikel ini merupakan hasil pengolahan terhadap informasi realisasi pengadaan yang tersedia pada sistem pengadaan pemerintah. Penyajian data bertujuan memberikan gambaran mengenai distribusi paket dan nilai kontrak dalam belanja publik. Penyebutan nama perusahaan dilakukan dalam konteks pemberitaan data dan tidak dimaksudkan sebagai indikasi adanya pelanggaran hukum, persaingan usaha tidak sehat, maupun bentuk penyimpangan lainnya.