Bertambah, Jamaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Jadi 5 Orang

Mekkah, Infoaceh.net – Jumlah jamaah haji asal Aceh yang wafat di Tanah Suci kembali bertambah. Hingga Ahad (31/5/2026), tercatat lima jamaah haji Embarkasi Aceh meninggal dunia di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Jamaah terbaru yang wafat adalah Sulasry Abdul Gani (74), jamaah haji Kloter 05 BTJ asal Kabupaten Bireuen.
Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada Ahad, 31 Mei 2026 pukul 04.45 waktu Arab Saudi (WAS) di kamar hotel Burj Al Wahda tempat menginap di wilayah Al Mutamayiz, Mekkah.
Informasi tersebut disampaikan Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, H. Darwin, Ahad (31/5/2026).
Menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), almarhumah meninggal dunia akibat cardiogenic shock atau syok kardiogenik, yaitu kondisi kegagalan jantung dalam memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh.
“Atas nama PPIH Embarkasi Aceh, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Ibu Sulasry Abdul Gani. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Darwin.
Dengan bertambahnya satu jamaah yang wafat, jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga saat ini menjadi lima orang.
Adapun daftar jamaah haji Aceh yang wafat terdiri atas:
1. Nurwaida Muhammad Yusuf (76), Kloter BTJ 08 asal Kabupaten Bireuen, wafat pada 26 Mei 2026 di Arafah akibat cardiogenic shock.
2. Maimunah Yusuf Ali (72), Kloter BTJ 13 asal Kabupaten Aceh Tamiang, wafat pada 26 Mei 2026 di Arafah akibat acute decompensated congestive heart failure.
3. Siti Salmijah (83), Kloter BTJ 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada 28 Mei 2026 di Rumah Sakit Mina Al Wadi akibat congestive heart failure.
4. Aminah Ahmad (76), Kloter BTJ 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada 30 Mei 2026 di Sheefa Hospital akibat acute decompensated congestive heart failure.
5. Sulasry Abdul Gani (74), Kloter BTJ 05 asal Kabupaten Bireuen, wafat pada 31 Mei 2026 di Mekkah akibat cardiogenic shock.
Darwin menjelaskan, seluruh jamaah yang wafat mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji. Mereka juga akan memperoleh hak-hak jamaah haji sebagaimana diatur oleh pemerintah.
PPIH Aceh terus mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kesehatan, mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan fisik, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Sementara itu, keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sulasry Abdul Gani.
Doa dipanjatkan agar almarhumah memperoleh husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi musibah tersebut.