Jamaah Haji Aceh Bergerak dari Mekkah ke Madinah 8 Juni

Mekkah, Infoaceh.net – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mulai mempersiapkan pergerakan jamaah haji Aceh dari Mekkah menuju Madinah serta kepulangan ke Tanah Air.

Jamaah yang tergabung dalam Kloter 02 BTJ dijadwalkan menjadi rombongan pertama yang meninggalkan Mekkah menuju Madinah pada 8 Juni 2026.

Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, melalui Humas PPIH Embarkasi Banda Aceh, H Darwin, Senin (1/6/2026), menyampaikan bahwa proses pergerakan jamaah dari Mekkah ke Madinah akan berlangsung secara bertahap hingga 21 Juni 2026.

“Jamaah haji Aceh yang tergabung dalam Kloter 02 BTJ dijadwalkan menjadi kloter pertama yang bergerak dari Mekkah menuju Madinah pada 8 Juni 2026 menggunakan 10 unit bus. Selanjutnya akan diikuti oleh kloter-kloter berikutnya hingga BTJ-14 pada 21 Juni 2026,” ujar Darwin.

Ia menjelaskan, sebanyak 13 kloter jamaah haji Aceh yang tergabung dalam gelombang kedua, yakni BTJ-02 hingga BTJ-14, nantinya akan kembali ke Indonesia melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Penerbangan pemulangan jamaah gelombang kedua tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 16 Juni 2026 dan akan berlanjut sesuai jadwal masing-masing kloter.

Sementara itu, jamaah yang tergabung dalam Kloter 01 BTJ yang saat keberangkatan menuju Arab Saudi mendarat melalui Madinah sebagai bagian dari gelombang pertama, akan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah pada 15 Juni 2026.

Menurut Darwin, PPIH juga mengingatkan seluruh jamaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan saat berpindah dari Mekkah ke Madinah guna menghindari berbagai kendala selama perjalanan.

“Jamaah hanya diperbolehkan membawa satu koper besar dan satu koper kecil. Kami mengimbau agar tidak membawa tas tambahan karena berpotensi meningkatkan risiko barang tertinggal atau tidak terangkut dalam bus,” katanya.

Selain itu, PPIH meminta seluruh jamaah mematuhi urutan naik kendaraan dengan mengutamakan kelompok rentan.

“Prioritas naik bus diberikan kepada jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, kemudian jamaah perempuan, jamaah laki-laki, ketua rombongan (Karom), dan terakhir ketua kloter,” jelasnya.

Terkait kepulangan ke Indonesia, jamaah diingatkan untuk memperhatikan batas maksimal barang bawaan yang telah ditetapkan.

Setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa bagasi tercatat seberat 32 kilogram dan bagasi kabin maksimal 7 kilogram.

PPIH juga menegaskan larangan membawa air zamzam ke dalam koper bagasi, tas kabin maupun tas tangan dalam bentuk dan kemasan apa pun.

“Seluruh koper jamaah akan melalui pemeriksaan X-Ray di bandara. Jika terindikasi membawa air zamzam, koper tersebut akan dibongkar oleh petugas keamanan bandara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Darwin.

Untuk memenuhi kebutuhan jamaah akan air zamzam, pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi khusus yang dilakukan setelah jamaah tiba di daerah asal masing-masing.

Arijal menjelaskan, seluruh air zamzam milik jamaah haji Aceh saat ini telah berada di Asrama Haji Banda Aceh dan akan didistribusikan melalui Kantor Kementerian Haji kabupaten/kota.

“Air zamzam jamaah haji Aceh akan disalurkan melalui Kementerian Haji kabupaten/kota di daerah masing-masing. Pada 2 hingga 5 Juni mendatang dijadwalkan pihak Kementerian Haji kabupaten/kota mengambil air zamzam yang saat ini sudah berada di Asrama Haji Banda Aceh untuk dibawa pulang ke daerah masing-masing,” kata Arijal.

Ia menyebutkan, total air zamzam yang telah diterima dan siap didistribusikan kepada jamaah haji Aceh tahun ini mencapai 5.484 galon, sesuai jumlah jamaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banda Aceh.

PPIH berharap seluruh jamaah dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran proses pergerakan dari Mekkah ke Madinah maupun saat kepulangan ke Tanah Air, sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat ditutup dengan aman, tertib dan lancar.