Bupati Aceh Besar Lantik Pejabat Eselon II, III dan Kepala Puskesmas

Jantho, Infoaceh.net — Bupati Aceh Besar Muharram Idris melantik dan mengambil sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator serta mengukuhkan kepala puskesmas di lingkungan Pemkab Aceh Besar, di Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (2/6/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar, Sekda, para staf ahli bupati, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, panitia uji kompetensi JPT Pratama, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
Para pejabat yang dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Besar Nomor Peg.800.1.3/83/2026, Peg.800.1.3/96/2026 dan Peg.800.1.3/98/2026 adalah:
1. Fata Muhammad sebagai Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik
2. Abubakar sebagai Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Kerja Sama.
3. Sulaimi dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Aceh Besar.
4. Adi Darma sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar.
5. Muammar Kadhafi sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar.
6. dr Yulia Oesman dikukuhkan sebagai Kepala Puskesmas Lamteuba, Aceh Besar.
Dalam sambutannya, Muharram Idris menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut. Ia berharap para pejabat yang menerima amanah baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Hari ini kita baru saja melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator serta pengukuhan kepala puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini mendapat petunjuk dari Allah serta diberikan perlindungan dalam menjalankan amanah,” ujar Muharram Idris.
Syech Muharram menegaskan perpindahan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang harus dimaknai sebagai proses penguatan kapasitas dan peningkatan kinerja.
Karena itu, para pejabat yang mendapat amanah baru diminta segera memahami tugas pokok dan fungsi, mempelajari kondisi organisasi, serta menjaga kesinambungan program kerja yang telah berjalan.
“Kita berpindah tugas dari tugas yang lama ke tugas yang baru. Karena itu, kita harus mencari tahu apa yang harus dikerjakan dan sampai di mana pekerjaan sebelumnya berjalan,” ujarnya.
Menurut Muharram, keberhasilan birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesinambungan pelaksanaan tugas, sinergi antarlembaga, dan kemampuan menjaga ritme organisasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Kita harus menjaga kesinambungan kerja. Keberhasilan birokrasi bukan hanya soal kemampuan pribadi, tetapi juga bagaimana kita bersinergi, melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pejabat yang menempati posisi baru tidak tergesa-gesa melakukan perubahan tanpa memahami kondisi organisasi maupun proses kerja yang telah berjalan sebelumnya.
“Jangan langsung menancapkan program sendiri sehingga pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya dilakukan tidak berlanjut. Cari tahu terlebih dahulu sampai di mana pekerjaan berjalan, kemudian terus bersinergi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Muharram Idris menekankan bahwa jabatan pemerintahan merupakan amanah sekaligus ladang pengabdian yang menuntut loyalitas, integritas, dan tanggung jawab tinggi.
“Jabatan ini adalah ladang ibadah yang menuntut tanggung jawab tinggi dan loyalitas. Jika diniatkan dengan tulus dan ikhlas, maka apa yang kita kerjakan akan menjadi ibadah,” ujarnya.
Selain itu, bupati meminta seluruh pejabat bekerja sesuai sumpah jabatan, menjaga integritas, menghindari penyalahgunaan kewenangan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Berjalanlah sesuai sumpah jabatan yang telah diucapkan. Jauhi penyalahgunaan kewenangan dan utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” tegas Muharram Idris.
Disamping itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera meningkatkan produktivitas dan menunjukkan hasil kerja nyata guna mendukung pembangunan daerah.
“Segera tingkatkan produktivitas dan berikan hasil nyata bagi kemajuan Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya.
Muharram juga mengajak seluruh aparatur pemerintah memperkuat kolaborasi dan kerja sama dalam menghadapi tantangan pembangunan serta mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
“Saya mengimbau saudara-saudari yang baru dilantik dan dikukuhkan saling bahu-membahu menghadapi tantangan ke depan guna mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk mengedepankan semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas demi mendukung perubahan dan kemajuan daerah.
“Mari kita bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas demi perubahan dan kemajuan Aceh Besar yang kita cintai,” katanya.
Muharram menyebutkan masih adanya kekosongan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Pemerintah daerah, berkomitmen menuntaskan pengisian jabatan tersebut secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan ketentuan yang berlaku.
“Saya bersama wakil bupati akan menuntaskan pengisian kekosongan jabatan yang ada agar roda pemerintahan berjalan lebih optimal,” ujarnya.