Jelang Berobat ke Malaysia, Abuya Amran Wali Dijenguk Mualem

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengunjungi Wali Agama Aceh Abuya Syeikh H. Amran Wali Al Khalidy, pada Senin (8/6).

Banda Aceh, Infoaceh.net – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, mengunjungi Wali Agama Aceh dan Qadhi Mufti Malikul Adil, Abuya Syeikh H. Amran Wali Al Khalidy, pada Senin (8/6/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Pertemuan berlangsung di Sekretariat Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Banda Aceh yang berlokasi di Lam Ateuk, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Kunjungan tersebut dilakukan menjelang keberangkatan Abuya Amran Wali ke Malaysia untuk menjalani pengobatan.

Kedatangan Mualem disambut hangat oleh Abuya Amran Wali bersama sejumlah ulama dan pimpinan dayah, serta jamaah MPTT di lokasi.

Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara umara dan ulama tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem menyampaikan doa dan harapannya agar Abuya Amran Wali diberikan kesehatan, kekuatan, serta kesembuhan oleh Allah SWT selama menjalani pengobatan di negeri jiran tersebut.

Selain mendoakan kesembuhan Abuya, Mualem juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) yang selama ini dinilai konsisten membina umat melalui dakwah, pendidikan keagamaan, serta penguatan nilai-nilai akhlak dan spiritual di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan Abuya diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Allah SWT. Kita semua mendoakan agar beliau dapat kembali ke Aceh dalam keadaan sehat dan dapat terus membimbing umat. Semoga MPTT juga semakin maju, semakin bersinar dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujar Mualem dalam pertemuan tersebut.

MPTT selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga dakwah dan pengkajian keislaman yang memiliki jaringan jamaah cukup luas, tidak hanya di Aceh tetapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia maupun luar negeri.

Kehadiran lembaga ini dinilai berperan penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang moderat dan berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Sementara itu, Abuya Amran Wali menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan yang dilakukan Gubernur Aceh.

Kehadiran Mualem dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama serta bukti kuatnya sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam membangun Aceh.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Tgk H Syukri Daud Pango, Pimpinan Dayah Raudhatul Hikmah Al Waliyah, Pango, Banda Aceh, Abuya Syeikh H. Amran Wali telah berangkat ke Malaysia usai bertemu Mualem pada hari yang sama untuk menjalani pengobatan.

“Alhamdulillah, sebelum keberangkatan Abuya ke Malaysia, beliau menerima kunjungan langsung dari Bapak Gubernur Aceh. Mualem mendoakan kesehatan Abuya dan berharap MPTT terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat,” kata Tgk Syukri Daud.

Keberangkatan Abuya Amran Wali ke Malaysia mendapat perhatian luas dari kalangan jamaah, santri, serta masyarakat Aceh yang selama ini mengikuti pengajian dan bimbingan keagamaan beliau.

Doa untuk kesembuhan dan kesehatan Abuya terus mengalir dari berbagai kalangan.

Bagi masyarakat Aceh, Abuya Amran Wali bukan hanya seorang ulama, tetapi juga figur yang memiliki pengaruh besar dalam pembinaan umat.

Melalui MPTT, beliau aktif mengembangkan dakwah tauhid dan tasawuf serta menjadi rujukan keagamaan bagi banyak kalangan.

Kunjungan Mualem tersebut sekaligus menjadi simbol kuatnya hubungan harmonis antara pemerintah Aceh dan para ulama.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, kolaborasi antara umara dan ulama dinilai tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat syariat Islam, serta membangun peradaban Aceh yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Masyarakat Aceh kini berharap Abuya Amran Wali dapat segera pulih dan kembali ke Tanah Rencong untuk melanjutkan aktivitas dakwah serta pembinaan umat yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual masyarakat Aceh.