Jelang Pulang, Sudah 9 Jamaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci

Banda Aceh, Infoaceh.net – Menjelang proses pemulangan ke Tanah Air, jumlah jamaah haji asal Aceh yang wafat di Tanah Suci, Arab Saudi bertambah lagi menjadi sembilan orang.
Jamaah terakhir yang dilaporkan meninggal dunia adalah Muhammad Yusuf Bin Nafi (89 tahun), jamaah Kloter 08 asal Kabupaten Bireuen.
Muhammad Yusuf wafat di Kota Madinah pada Ahad (14/6/2026) sekitar pukul 15.20 Waktu Arab Saudi (WAS).
Almarhum merupakan warga Dusun Blang Seupeng Matang, Samalanga, Kabupaten Bireuen dan tercatat dengan nomor porsi 100083402.
Informasi tersebut disampaikan Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, H Darwin, pada Ahad malam (14/6/2026).
Menurut Darwin, berdasarkan laporan petugas kesehatan haji di Arab Saudi, almarhum meninggal dunia akibat hypovolaemic shock atau syok hipovolemik, yakni kondisi medis serius yang terjadi akibat tubuh kehilangan cairan atau darah dalam jumlah besar sehingga organ-organ vital tidak memperoleh pasokan darah yang cukup.
“Jamaah atas nama Muhammad Yusuf Bin Nafi dari Kloter 08 asal Kabupaten Bireuen wafat di Madinah pada Ahad sore waktu setempat. Almarhum berusia 89 tahun dan telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Darwin.
Ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya jamaah tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan.
“Kami turut berduka cita. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” katanya.
Mayoritas Jamaah Haji Wafat Berusia Lanjut
Data PPIH Embarkasi Aceh menunjukkan hingga pertengahan Juni 2026, sebanyak sembilan jamaah haji Aceh telah meninggal dunia selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Sebagian besar merupakan jamaah lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit penyerta.
Berikut daftar jamaah haji Aceh yang wafat di Tanah Suci:
1. Muhammad Yusuf Bin Nafi (89), Kloter 08 asal Bireuen, wafat di Madinah pada 14 Juni 2026 akibat hypovolaemic shock.
2. Nurdin Ali (69), Kloter 10 asal Kabupaten Pidie, wafat di Makkah pada 5 Juni 2026 akibat cardiogenic shock dan pneumonia.
3. Mahdi Muhammad Sufi (60), Kloter 02 asal Aceh Besar, wafat di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah pada 3 Juni 2026 akibat penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease).
4. Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74), Kloter 10 asal Kabupaten Pidie, wafat pada 31 Mei 2026 akibat gangguan jantung dan pneumonia.
5. Sulasry Abdul Gani (74), Kloter 05 asal Bireuen, wafat pada 31 Mei 2026 akibat cardiogenic shock.
6. Aminah Ahmad (76), Kloter 13 asal Pidie Jaya, wafat pada 30 Mei 2026 akibat acute decompensated congestive heart failure atau gagal jantung kongestif akut.
7. Siti Salmijah (83), Kloter 13 asal Pidie Jaya, wafat pada 28 Mei 2026 akibat congestive heart failure.
8. Maimunah Yusuf Ali (72), Kloter 13 asal Aceh Tamiang, wafat di Arafah pada 26 Mei 2026 akibat acute decompensated congestive heart failure.
9. Nurwaida Muhammad Yusuf (76), Kloter 08 asal Bireuen, wafat pada 26 Mei 2026 akibat cardiogenic shock.
Dimakamkan di Tanah Suci
Seluruh jamaah yang meninggal dunia telah dimakamkan di sejumlah lokasi pemakaman di Arab Saudi, di antaranya Pemakaman Syara’i, Syuhada Al Haram, Baqi Madinah dan lokasi pemakaman lainnya sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.
Darwin menjelaskan jamaah yang wafat saat menjalankan ibadah haji tetap mendapatkan hak-haknya sebagai jamaah haji.
Selain proses pemulasaraan dan pemakaman yang ditangani petugas, pemerintah juga memberikan perlindungan dan layanan administrasi kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ia menambahkan bahwa kondisi umum jamaah haji Aceh yang masih berada di Arab Saudi saat ini relatif baik.
Petugas kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap jamaah, khususnya mereka yang masuk kategori lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta.
Sementara itu, proses pemulangan jamaah haji Aceh ke Tanah Air berlangsung mulai Senin (15/6) hingga beberapa hari ke depan secara bertahap melalui Embarkasi Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.
PPIH mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, serta mematuhi arahan petugas mengingat cuaca di Arab Saudi masih cukup panas.
PPIH juga meminta keluarga jamaah di Aceh untuk terus mendoakan kelancaran proses pemulangan seluruh jamaah agar dapat kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat.
Dengan bertambahnya satu jamaah yang wafat di Madinah, jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia selama musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi kini tercatat sebanyak sembilan orang.
Meski demikian, mayoritas jamaah Aceh telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan bersiap kembali ke Tanah Air.