Sepekan Dirawat, Taruna Poltekpel Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal Dunia

Banda Aceh, Infoaceh.net – Kabar duka menyelimuti kampus Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati di Aceh. Salah seorang Taruna Poltekpel tersebut korban ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2, Fakhri Herdieco (19), akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari sepekan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Fakhri yang merupakan taruna Poltekpel Malahayati dan berasal dari Sumatera Utara, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (20/6/2026) pukul 22.50 WIB di ruang ICU 1 RSUDZA.
Humas RSUDZA, Rahmadi, mengatakan korban sejak awal dirawat dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius yang dideritanya saat insiden ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 pada 12 Juni 2026 lalu.
“Pasien meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat ICU 1 pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 22.50 WIB,” kata Rahmadi, Ahad (21/6/2026).
Menurut Rahmadi, kondisi Fakhri sempat mengalami penurunan drastis sekitar pukul 21.00 WIB. Tim medis kemudian memberikan penjelasan kepada pihak keluarga mengenai perkembangan kondisi pasien.
Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi korban terus memburuk. Saat dilakukan pemeriksaan lanjutan sekitar pukul 22.10 WIB, kondisi Fakhri semakin kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar 40 menit kemudian.
Fakhri diketahui menjadi salah satu korban dengan luka paling berat dalam insiden tersebut. Ia mengalami luka bakar hingga mencapai 62 persen pada tubuhnya dan harus menjalani perawatan intensif selama lebih dari sepekan.
Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah Fakhri dibawa ke kamar jenazah RSUDZA untuk dilakukan proses fardu kifayah. Selanjutnya, jenazah disalatkan di Masjid Raudhatul Jannah yang berada di lingkungan rumah sakit.
Setelah seluruh proses pemulasaraan selesai, jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kota Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans pada Ahad (21/6/2026) sekitar pukul 01.50 WIB untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Pihak RSUDZA menyatakan hingga kini masih terdapat 14 korban lainnya yang masih menjalani perawatan akibat insiden ledakan tersebut.
Seluruh korban masih berada dalam pengawasan intensif tim medis dan belum diperbolehkan pulang.
Sebelumnya, ledakan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal tengah sandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jum’at pagi (12/6/2026).
Peristiwa itu menyebabkan 15 orang mengalami luka-luka, terdiri atas 14 taruna Poltekpel Malahayati dan seorang kepala kamar mesin kapal.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian Polresta Banda Aceh.