Jamaah Haji Aceh Terakhir yang Dirawat di Madinah Meninggal, Total 21 Orang Wafat

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji Aceh tahun 2026. Satu lagi jamaah haji Aceh yang menjalani perawatan di Arab Saudi, Abdul Rahman (94), asal Kabupaten Pidie Jaya, meninggal dunia di King Fahad Hospital, Madinah, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi.

Dengan wafatnya Abdul Rahman, kini tidak ada lagi jamaah haji asal Aceh yang masih berada di Tanah Suci. Seluruh jamaah yang menunaikan ibadah haji tahun ini telah kembali ke Tanah Air atau telah meninggal dunia.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan Abdul Rahman merupakan jamaah Kelompok Terbang (Kloter) BTJ-13 yang telah dirawat di King Fahad Hospital, Madinah, sejak 27 Mei 2026.

“Abdul Rahman, jamaah Kloter BTJ-13 asal Pidie Jaya, meninggal dunia di King Fahad Hospital Madinah pada Senin (6/7) sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi,” kata Arijal kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Abdul Rahman mengalami gangguan kesehatan akibat kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia) sehingga harus menjalani perawatan intensif hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Arijal menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum dan mendoakan agar seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT.

“Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Arijal.

Dengan bertambahnya satu jamaah yang wafat, jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia selama operasional haji 2026 menjadi 21 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 jamaah meninggal dunia di Arab Saudi dan dimakamkan di Tanah Suci.

Sementara satu jamaah lainnya meninggal dunia di dalam pesawat sesaat sebelum mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, dan kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Aceh Timur.

Berdasarkan data PPIH Debarkasi Aceh, Kloter BTJ-13 menjadi kelompok terbang dengan jumlah jamaah wafat terbanyak, yakni enam orang. Disusul Kloter BTJ-9 dan BTJ-10 yang masing-masing mencatat tiga jamaah meninggal dunia. Sementara korban lainnya berasal dari sejumlah kloter berbeda.

Berakhirnya perawatan Abdul Rahman sekaligus menandai berakhirnya seluruh proses pelayanan jamaah haji Aceh di Arab Saudi, karena tidak ada lagi jamaah asal Serambi Makkah yang masih menjalani perawatan maupun tertinggal di Tanah Suci.