Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah, 4 Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal Dunia

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Duka akibat ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 kembali bertambah. Satu lagi taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Dengan demikian, jumlah korban jiwa dalam tragedi tersebut kini menjadi empat orang.
Korban terbaru adalah Mujibur Rahman (23), taruna aktif Program DP-IV Pembentukan Jurusan Teknika Angkatan XIII Poltekpel Malahayati Aceh. Ia meninggal dunia pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 12.40 WIB setelah kondisinya terus memburuk akibat luka bakar serius yang dideritanya.
Kasubbag Humas RSUDZA, Rahmadi, mengatakan kondisi Mujibur mengalami penurunan drastis sekitar pukul 12.20 WIB sehingga tim dokter segera menghubungi pihak keluarga.
“Pasien mengalami perburukan kondisi. Tim medis telah melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak lima siklus. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter dan melihat kondisi pasien, keluarga meminta tindakan dihentikan,” ujar Rahmadi.
Meninggalnya Mujibur menambah daftar panjang korban jiwa dalam tragedi ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi hampir sebulan lalu.
Sebelumnya tiga taruna lainnya telah lebih dahulu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUDZA.
Korban pertama adalah Fakhri Herdieco (19) yang meninggal pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 22.55 WIB. Selanjutnya Muhammad Bilal Ramzi (19), taruna asal Kota Sabang, meninggal dunia pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 21.00 WIB.
Jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan dengan penghormatan tradisi pedang pora oleh sivitas akademika Poltekpel Malahayati.
Korban ketiga, Muhammad Zulfikar (19) asal Medan, Sumatera Utara, mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 01.00 WIB setelah kondisinya terus menurun akibat luka bakar yang sangat berat.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB ketika KMP Aceh Hebat 2 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh usai melayani pelayaran dari Sabang.
Saat itu, sebanyak 14 taruna Poltekpel Malahayati sedang melaksanakan praktik lapangan di ruang mesin untuk mempelajari sistem permesinan kapal.
Tiba-tiba terjadi ledakan yang diduga berasal dari mesin bantu (auxiliary engine) atau sistem pendukung mesin kapal.
Ledakan tersebut menyebabkan kobaran api dan mengakibatkan total 15 orang mengalami luka bakar serius, terdiri atas 14 taruna serta seorang Kepala Kamar Mesin (KKM).
Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUDZA untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Hingga kini, sebanyak 10 taruna lainnya masih menjalani perawatan dan pengawasan medis di RSUDZA Banda Aceh.
Pihak Poltekpel Malahayati Aceh dan Kementerian Perhubungan telah mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia sebanyak empat orang.
Sementara itu, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan pendampingan penuh terhadap proses pengobatan korban, pemulangan jenazah, hingga pemberian santunan.
Di sisi lain, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Polresta Banda Aceh bersama Syahbandar, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan masih melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap faktor teknis yang memicu ledakan di ruang mesin kapal tersebut.
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan praktik pelayaran paling memilukan di Aceh dalam beberapa tahun terakhir.
Selain menelan empat korban jiwa, insiden tersebut juga memunculkan sorotan terhadap penerapan standar keselamatan kerja saat kegiatan praktik taruna di atas kapal, termasuk prosedur pengamanan saat inspeksi dan pengenalan sistem permesinan kapal.
Hasil investigasi KNKT dan aparat penegak hukum diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.